MALANG — Kegiatan AKSARA BHUMI menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan tema “Optimalisasi Limbah Ternak Kambing Menjadi Pupuk Kompos Ramah Lingkungan” pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan tersebut bertempat di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sitinggil Mangala, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya edukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah peternakan, khususnya kotoran kambing, agar dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian. Kegiatan tersebut juga mempertemukan unsur pemerintah desa, mahasiswa, dan akademisi dalam sebuah program pembelajaran berbasis lingkungan.
Kepala Desa Sitirejo Berikan Sambutan
Kegiatan AKSARA BHUMI turut dihadiri oleh Kepala Desa Sitirejo, Bapak Buwang Suharjah, yang memberikan sambutan dalam rangkaian pelatihan. Kehadiran pemerintah desa menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan edukasi yang mengangkat isu pertanian, lingkungan, dan pemanfaatan potensi lokal.
Pengelolaan limbah ternak menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan ini. Limbah peternakan yang dikelola secara tepat memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan organik dalam pembuatan kompos. Melalui pelatihan, masyarakat diperkenalkan pada pentingnya mengolah limbah secara bertanggung jawab serta memahami manfaatnya bagi pertanian.
Arya Mahardika Pimpin Pelaksanaan Kegiatan
Ketua pelaksana panitia AKSARA BHUMI, Bapak Arya Mahardika , turut berperan dalam penyelenggaraan pelatihan yang berfokus pada pengolahan limbah ternak kambing menjadi pupuk kompos ramah lingkungan.
Pembuatan kompos membutuhkan pemahaman mengenai bahan yang digunakan, kelembapan, sirkulasi udara, dan proses pematangan. Oleh sebab itu, edukasi dalam kegiatan ini menjadi sarana untuk mengenalkan tahapan pengolahan bahan organik secara tepat.
Pemanfaatan kotoran kambing sebagai bahan kompos dapat menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah peternakan. Kompos yang matang dapat membantu menambah bahan organik tanah, meskipun penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.
Ketua Departemen Budidaya Pertanian Berikan Tanda Kasih
Salah satu momen dalam kegiatan AKSARA BHUMI adalah kehadiran Ketua Departemen Budidaya Pertanian, Dr.agr. Nunun Barunawati, S.P., M.P . Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan tanda kasih kepada Kepala Desa Sitirejo, Bapak Buwang Suharjah.
Pemberian tanda kasih ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung di BUMDes Sitinggil Mangala. Momen tersebut juga menjadi simbol apresiasi dan hubungan baik antara unsur akademisi dan pemerintah desa dalam mendukung kegiatan edukasi lingkungan serta pertanian.
Kehadiran Dr.agr. Nunun Barunawati, S.P., M.P., turut memperkuat unsur akademik dalam pelaksanaan pelatihan. Kolaborasi ini membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
Kolaborasi Himadata dan Universitas Brawijaya
Kegiatan AKSARA BHUMI melibatkan Lembaga Kedaulatan Mahasiswa Himadata dari Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan edukasi masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan limbah organik, pertanian, dan lingkungan. Sementara itu, masyarakat dapat memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih terarah.
Kolaborasi antara pemerintah desa, mahasiswa, dan akademisi diharapkan dapat mendukung kegiatan pembelajaran yang aplikatif serta mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan.
Mendorong Pemanfaatan Limbah untuk Pertanian Berkelanjutan
Tema pelatihan yang diangkat memiliki relevansi dengan pengelolaan limbah peternakan di lingkungan pedesaan. Kotoran kambing yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan persoalan lingkungan, sedangkan melalui proses pengomposan, bahan tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Pengomposan dilakukan melalui proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme. Untuk menghasilkan kompos yang baik, diperlukan pengelolaan bahan, kelembapan, dan waktu pematangan yang sesuai.
Kegiatan edukasi seperti AKSARA BHUMI memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami manfaat pengelolaan limbah secara tepat. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi dasar bagi penerapan pengolahan limbah organik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Penutup: Membangun Kesadaran Lingkungan di Desa Sitirejo
Pelaksanaan AKSARA BHUMI di BUMDes Sitinggil Mangala, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menjadi bagian dari kegiatan edukasi yang mengangkat pemanfaatan limbah ternak kambing sebagai pupuk kompos ramah lingkungan.
Kehadiran Kepala Desa Sitirejo Bapak Buwang Suharjah, Ketua Pelaksana Panitia AKSARA BHUMI Bapak Arya Mahardika, Ketua Departemen Budidaya Pertanian Dr.agr. Nunun Barunawati, S.P., M.P., serta keterlibatan Himadata dari Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
Melalui pelatihan ini, AKSARA BHUMI memperkenalkan pentingnya pemanfaatan limbah peternakan dan pengelolaan bahan organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.
AKSARA BHUMI menjadi ruang edukasi dan kolaborasi dalam mendorong pemanfaatan limbah ternak kambing serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan pertanian berkelanjutan di Desa Sitirejo.