MALANG – Upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam berkomunikasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital terus menjadi bagian penting dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa Sitirejo. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan pelatihan Public Speaking dan Digital Marketing yang diselenggarakan pada Selasa, 29 September 2026, bertempat di Balai Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Mengusung semangat “Bicara dengan Percaya Diri dan Raih Kesempatan Tanpa Batas”, kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, membangun citra diri yang positif, serta memahami strategi pemasaran digital yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka wawasan peserta bahwa kemampuan berkomunikasi dan keterampilan digital bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan bekal penting untuk memperluas kesempatan, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Keterampilan Komunikasi
Pelatihan ini menghadirkan Gwen, seorang content creator sekaligus praktisi digital marketing, sebagai pemateri utama. Jalannya kegiatan dipandu oleh Kazuya yang bertugas sebagai pembawa acara sekaligus moderator.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak memahami pentingnya kemampuan public speaking atau berbicara di depan umum secara efektif. Kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas, menyusun pesan secara terarah, serta membangun komunikasi yang baik menjadi sejumlah aspek yang dipelajari.
Berbicara di depan orang lain sering kali menjadi tantangan tersendiri. Rasa gugup, kurang percaya diri, hingga kesulitan menyampaikan pendapat secara runtut dapat menghambat seseorang dalam menyampaikan potensi yang dimilikinya.
Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami teknik komunikasi yang lebih terstruktur dan meyakinkan. Kepercayaan diri tidak hanya dibangun melalui keberanian berbicara, tetapi juga melalui persiapan, penguasaan materi, serta kemampuan memahami siapa yang menjadi lawan bicara.
Keterampilan tersebut memiliki manfaat luas dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan, menyampaikan gagasan dalam forum, mempromosikan produk usaha, hingga membangun hubungan profesional.
Mengenal Personal Branding di Era Digital
Selain membahas keterampilan berbicara, pelatihan ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun personal branding di era digital.
Personal branding merupakan cara seseorang memperkenalkan identitas, keahlian, nilai, dan karakter dirinya kepada orang lain. Di tengah luasnya penggunaan media sosial, citra diri dapat terbentuk melalui konten yang dibagikan, cara berkomunikasi, serta konsistensi dalam menunjukkan kemampuan dan bidang yang dikuasai.
Pemahaman tersebut menjadi penting karena ruang digital kini memberikan kesempatan yang semakin terbuka bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi diri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada media konvensional.
Masyarakat desa, misalnya, dapat memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk usaha rumahan, mempromosikan hasil pertanian, membagikan keterampilan, hingga mengangkat potensi wisata dan budaya lokal.
Namun, membangun citra diri yang baik membutuhkan konsistensi dan tanggung jawab. Peserta juga perlu memahami bahwa konten yang dibagikan di ruang digital dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap seseorang maupun produk yang dipromosikan.
Karena itu, komunikasi yang santun, informasi yang akurat, serta keaslian dalam menyampaikan pesan menjadi bagian penting dalam membangun reputasi yang positif.
Strategi Digital Marketing dan Konten yang Menarik
Materi berikutnya berfokus pada strategi digital marketing atau pemasaran digital. Peserta diperkenalkan pada pentingnya memanfaatkan platform digital untuk menjangkau calon pelanggan, memperkenalkan produk, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan audiens.
Dalam praktiknya, pemasaran digital tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mengunggah foto atau video. Dibutuhkan pemahaman mengenai target audiens, karakter produk, pemilihan platform, penyusunan pesan promosi, dan konsistensi dalam membuat konten.
Peserta juga mempelajari tips membuat konten yang menarik, mulai dari menentukan ide, menyusun pesan yang mudah dipahami, memilih visual yang sesuai, hingga menyampaikan informasi yang memiliki manfaat bagi penonton.
Konten yang baik tidak selalu harus diproduksi dengan peralatan mahal. Ide yang relevan, penyampaian yang jelas, kreativitas, dan pemahaman terhadap kebutuhan audiens dapat menjadi modal penting untuk menghasilkan konten yang bernilai.
Bagi pelaku usaha kecil, keterampilan ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk secara lebih luas. Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin mengembangkan kemampuan pribadi, media digital dapat menjadi sarana untuk menunjukkan karya, berbagi pengetahuan, dan membangun jaringan.
Dengan strategi yang tepat, teknologi digital dapat membuka peluang baru yang sebelumnya sulit dijangkau, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perdesaan.
Studi Kasus dan Praktik Langsung
Agar materi tidak berhenti pada pemahaman teori, kegiatan pelatihan juga mencakup studi kasus dan praktik langsung. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghubungkan materi yang diterima dengan situasi nyata.
Melalui studi kasus, peserta dapat mempelajari bagaimana sebuah pesan disampaikan, bagaimana konten dirancang agar menarik perhatian, serta bagaimana strategi promosi dapat disesuaikan dengan sasaran yang ingin dicapai.
Praktik langsung juga menjadi bagian penting dalam membangun keberanian peserta. Kemampuan berbicara, menyusun pesan, dan membuat konten akan berkembang lebih baik ketika dipelajari sekaligus dicoba secara langsung.
Salah satu peserta yang hadir adalah Ibu Suhartini. Kehadiran peserta dari kalangan masyarakat menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi dan pemanfaatan teknologi digital memiliki relevansi bagi berbagai kelompok, tidak terbatas pada kalangan profesional atau pelaku usaha yang telah berpengalaman.
Melalui ruang belajar seperti ini, masyarakat diharapkan semakin berani mengeksplorasi kemampuan diri, mencoba hal baru, dan memanfaatkan teknologi secara produktif.
Membangun Masyarakat Desa yang Adaptif dan Kreatif
Pelatihan Public Speaking dan Digital Marketing di Balai Desa Sitirejo menjadi gambaran pentingnya pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman. Kemampuan berkomunikasi dan kecakapan digital dapat saling melengkapi dalam mendukung pengembangan potensi masyarakat.
Keberanian berbicara membantu seseorang menyampaikan gagasan, sedangkan keterampilan digital memungkinkan gagasan tersebut menjangkau khalayak yang lebih luas. Ketika keduanya dipadukan dengan kreativitas dan tanggung jawab, terbuka kesempatan untuk menciptakan nilai tambah, baik bagi pengembangan diri maupun kemajuan ekonomi masyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, pembelajaran ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkembang. Tantangan era digital tidak harus dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai kesempatan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Melalui penguatan keterampilan yang tepat, masyarakat Desa Sitirejo diharapkan semakin percaya diri dalam berkomunikasi, mampu memanfaatkan media digital secara bijak, serta berani mengambil peluang yang tersedia.
Semangat “Bicara dengan Percaya Diri dan Raih Kesempatan Tanpa Batas” pun menjadi pengingat bahwa kemajuan dapat dimulai dari keberanian untuk belajar, kemauan untuk mencoba, dan konsistensi dalam mengembangkan kemampuan diri.