Malang, 10 April 2026 — Di tengah derasnya arus informasi digital yang kian tak terbendung, mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga kreator yang memiliki kesadaran nilai. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam kegiatan kolaborasi antara Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) dengan Muzike Indonesia yang digelar pada Kamis (10/4/2026) di Cafe Gedung Ijen.
Mengusung tema “Cara Mahasiswa Lawan Arus Digital”, kegiatan ini menghadirkan diskusi reflektif sekaligus inspiratif mengenai bagaimana generasi muda, khususnya mahasiswa, mampu memanfaatkan ruang digital secara bijak, kritis, dan produktif. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias mengikuti pemaparan materi dan diskusi interaktif.
Jejak Digital sebagai Identitas Generasi Masa Kini
Pemateri dari Muzike Indonesia, Bapak Anggara, dalam paparannya menekankan bahwa di era digital saat ini, jejak digital bukan sekadar rekam aktivitas, tetapi telah menjadi identitas seseorang.
“Di era ini, jejak digital adalah identitas. Apa yang kita unggah, komentari, dan bagikan akan membentuk bagaimana kita dipandang oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Beliau menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu keluar dari arus pasif sebagai pengguna media digital. Menurutnya, mahasiswa perlu bertransformasi menjadi kreator yang sadar nilai, bukan sekadar ikut-ikutan tren tanpa arah.
Lebih lanjut, Bapak Anggara juga memaparkan sejumlah strategi pemanfaatan media digital yang dapat meningkatkan kapasitas mahasiswa sebagai warga negara. Ia menyoroti pentingnya literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta etika dalam bermedia sosial sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan era digital.
“Mahasiswa harus bisa memanfaatkan media digital untuk membangun kapasitas diri, menyuarakan gagasan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
NGOMPRES Medsos: Strategi Cerdas Mahasiswa UNIKAMA
Sementara itu, dosen UNIKAMA, Bapak Engelbirtus Kukuh Widijatmoko, turut memberikan perspektif akademis mengenai peran mahasiswa di era digital. Dalam penyampaiannya, ia memperkenalkan konsep “NGOMPRES Medsos” sebagai pendekatan khas dalam menyikapi media sosial.
Menurutnya, NGOMPRES Medsos dimaknai sebagai upaya menyaring, mengolah, dan memanfaatkan media secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
“Mahasiswa harus mampu mengompres informasi yang diterima dari media sosial, tidak menelan mentah-mentah, tetapi menyaringnya terlebih dahulu sebelum diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan ini menjadi penting di tengah maraknya disinformasi dan konten negatif yang beredar luas di ruang digital. Dengan pendekatan NGOMPRES, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam bermedia.
Dari Penonton Menjadi Pencipta: Ajakan Berkarya di Ruang Digital
Kegiatan ini semakin kuat dengan pesan inspiratif dari Ibu Dr. Siti Muntominah, Kaprodi PGPAUD UNIKAMA, yang dikenal sebagai penulis produktif dengan lebih dari 10 Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak mahasiswa untuk berani mengambil peran aktif di dunia digital.
“Jangan hanya menjadi penonton di era digital. Jadilah pencipta yang menghadirkan makna dan solusi,” tegasnya.
Beliau menyoroti bahwa ruang digital saat ini merupakan ladang yang sangat luas untuk berkarya dan berkontribusi. Mahasiswa, menurutnya, memiliki potensi besar untuk menghasilkan karya-karya kreatif yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Beliau juga mendorong mahasiswa untuk mulai membangun portofolio digital, baik melalui tulisan, konten edukatif, maupun karya inovatif lainnya yang dapat menjadi identitas positif di dunia maya.
Kolaborasi sebagai Langkah Strategis
Kegiatan kolaborasi antara UNIKAMA dan Muzike Indonesia ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia akademik dan praktisi kreatif sangat penting dalam membekali mahasiswa menghadapi tantangan zaman.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, tetapi juga perspektif praktis yang relevan dengan kondisi nyata di lapangan. Diskusi yang terbangun pun menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk mengevaluasi cara mereka berinteraksi dengan media digital selama ini.
Membangun Generasi Digital yang Berdaya
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UNIKAMA mampu menjadi generasi digital yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab moral dalam setiap aktivitas digitalnya.
Tema “melawan arus digital” bukan dimaknai sebagai penolakan terhadap teknologi, melainkan sebagai ajakan untuk tidak hanyut tanpa arah. Mahasiswa diajak untuk tetap kritis, selektif, dan produktif dalam memanfaatkan teknologi digital.
Dengan bekal literasi digital, kesadaran nilai, serta semangat berkarya, mahasiswa diharapkan mampu menjadi aktor perubahan yang membawa dampak positif di tengah derasnya arus informasi global.
Kegiatan ini pun menjadi langkah awal yang penting dalam membangun ekosistem digital kampus yang sehat, produktif, dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Tags
Pendidikan