Rakor Kecamatan Wagir Bahas Anak Tidak Sekolah, Stunting hingga Penguatan Ekonomi Desa

MALANG – Pemerintah Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), kepala Puskesmas, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Wagir. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Wagir pada 23 September 2026.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Camat Wagir bapak  Juanico Da Costa, M.Sos., M.M., Kapolsek Wagir, Danramil Wagir, Kepala Puskesmas Wagir dr. Siti Hariyanti, serta seluruh kepala desa di wilayah Kecamatan Wagir. Salah satu kepala desa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Desa Sitirejo, bapak Buwang Suharjah.

Pertemuan tersebut menjadi forum penting untuk melakukan evaluasi berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat kecamatan maupun desa. Selain membahas capaian program yang telah berjalan, rapat juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga agar berbagai persoalan masyarakat dapat ditangani secara lebih cepat dan terpadu.

 Evaluasi dan Penanganan Anak Tidak Sekolah

Salah satu agenda utama dalam rapat koordinasi adalah evaluasi dan penanganan anak tidak sekolah. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa.

Melalui pemutakhiran data, pemerintah desa diharapkan dapat mengetahui kondisi anak yang tidak sedang menempuh pendidikan serta faktor yang menjadi penyebabnya. Data yang akurat diperlukan agar intervensi yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran, baik melalui pendekatan keluarga, pendidikan, maupun dukungan sosial lainnya.

Pemutakhiran Data Kemiskinan dan Percepatan Penanganan Stunting

Selain pendidikan, rapat juga membahas pemutakhiran data kemiskinan dan percepatan penanganan stunting. Pemerintah desa didorong untuk terus melakukan pembaruan data masyarakat sehingga program bantuan dan intervensi sosial dapat diberikan berdasarkan kondisi lapangan yang sebenarnya.

Penanganan stunting juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah desa, Puskesmas, kader kesehatan, keluarga, serta unsur masyarakat perlu memperkuat kerja sama dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah tumbuh kembang anak.

Kehadiran Kepala Puskesmas Wagir Dr. Siti Hariyanti menjadi bagian penting dalam koordinasi sektor kesehatan, khususnya dalam memperkuat sinergi antara pemerintah desa dengan layanan kesehatan di wilayah Kecamatan Wagir.

 Data Pengangguran dan Pengembangan Potensi Ekonomi Desa

Agenda berikutnya adalah pemutakhiran dan penanganan data pengangguran. Pemerintah desa diharapkan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan, termasuk potensi keterampilan dan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan.

Rapat juga membahas pemetaan dan pengembangan potensi ekonomi desa. Setiap desa memiliki karakteristik serta sumber daya yang berbeda sehingga diperlukan pemetaan potensi secara menyeluruh. Potensi pertanian, peternakan, UMKM, wisata, maupun sektor ekonomi lainnya dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat.

Dengan data dan pemetaan yang baik, desa diharapkan mampu mengembangkan program yang tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Penguatan Inovasi dan Kemandirian Desa

Dalam rapat koordinasi tersebut, penguatan inovasi dan kemandirian desa juga menjadi perhatian. Pemerintah desa didorong untuk terus menciptakan inovasi sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.

Inovasi desa dapat dilakukan melalui pengembangan pelayanan publik, pengelolaan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, hingga pemanfaatan aset desa secara produktif. Dengan demikian, desa diharapkan semakin mampu mengelola sumber daya yang dimiliki untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Kebersihan Lingkungan dan Implementasi ECO Office

Persoalan kebersihan dan pengolahan lingkungan desa turut menjadi agenda pembahasan. Pemerintah desa diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah dan pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan.

Implementasi ECO Office atau kantor bersi juga menjadi bagian dari pembahasan. Konsep tersebut diarahkan untuk membangun budaya kerja yang lebih bersih, tertib, hemat sumber daya, dan peduli terhadap lingkungan, mulai dari lingkungan kantor pemerintahan hingga penerapannya dalam kehidupan masyarakat.

 Optimalisasi Aset Desa dan Solidaritas untuk Korban Bencana

Rapat juga membahas pengolahan dan pemanfaatan aset desa agar dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat. Aset yang dimiliki desa diharapkan dapat dikelola secara tertib, produktif, dan sesuai ketentuan sehingga mendukung peningkatan pelayanan maupun perekonomian desa.

Selain agenda pembangunan internal, rapat koordinasi juga membahas penggalangan bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT). Agenda tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas pemerintah serta masyarakat Kecamatan Wagir terhadap warga yang terdampak bencana.

Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah Kecamatan Wagir bersama seluruh unsur terkait diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penanganan pengangguran, pengembangan ekonomi, lingkungan, hingga kepedulian sosial menjadi bagian yang saling berkaitan dalam mewujudkan desa yang semakin mandiri dan masyarakat yang lebih sejahtera.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال