Donor Darah HUT ke-25 Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi Janti Bersama RSSA Saiful Anwar Malang, Wujud Nyata Kepedulian Kemanusiaan


MALANG — Semangat kepedulian dan solidaritas terhadap sesama diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi Janti bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Elisabeth Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi Janti ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 gereja tersebut.

Kegiatan donor darah dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Melalui kegiatan sosial ini, panitia mengajak umat dan masyarakat untuk menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat kepedulian kemanusiaan, serta berpartisipasi dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan pelayanan medis.

Momentum seperempat abad perjalanan Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi Janti tidak hanya dimaknai sebagai perayaan pertambahan usia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghadirkan nilai-nilai kasih dalam tindakan nyata. Donor darah dipilih sebagai salah satu bentuk pelayanan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh sesama, tanpa memandang latar belakang maupun status sosial.

Memaknai 25 Tahun Gereja melalui Aksi Kemanusiaan

Peringatan HUT ke-25 Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi Janti menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebersamaan dan pelayanan kepada masyarakat. Selama seperempat abad perjalanan gereja, nilai kasih, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama menjadi landasan yang relevan untuk terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui penyelenggaraan donor darah, rangkaian perayaan ulang tahun gereja diarahkan tidak hanya pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada aksi sosial yang memiliki nilai kemanusiaan. Setiap tetes darah yang disumbangkan diharapkan dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah dalam proses pengobatan maupun pemulihan kesehatannya.

Kegiatan ini sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui bantuan dalam bentuk materi. Kesediaan meluangkan waktu dan mendonorkan darah juga merupakan bentuk kontribusi berharga yang dapat memberikan harapan bagi orang lain.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai solidaritas dan persaudaraan yang mengajak setiap orang untuk hadir bagi sesama, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi persoalan kesehatan dan membutuhkan pertolongan.

Kolaborasi Gereja dan RSSA Malang

Terselenggaranya kegiatan donor darah ini merupakan hasil kerja sama antara Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi Janti dan RSSA Malang. Kolaborasi tersebut menjadi contoh sinergi antara komunitas keagamaan dan institusi pelayanan kesehatan dalam mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Perwakilan dari RSSA Malang, Bapak Angga Listian, hadir dalam kegiatan tersebut sebagai perwakilan pihak rumah sakit yang bekerja sama dengan gereja. Kehadiran pihak rumah sakit menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan donor darah, khususnya dalam mendukung upaya pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan darah.

Kerja sama semacam ini memiliki arti penting karena ketersediaan darah merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan dalam pelayanan medis. Darah yang didonorkan secara sukarela dapat membantu pasien yang menjalani berbagai tindakan medis, sepanjang memenuhi persyaratan pemeriksaan dan kelayakan donor.

Melalui kegiatan tersebut, gereja dan rumah sakit menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kolaborasi. Perbedaan bidang pengabdian tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam tujuan yang sama, yakni membantu sesama dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Partisipasi Pendonor Menjadi Wujud Kepedulian

Salah satu pendonor yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Bapak Ignatius Prasetyo. Partisipasi para pendonor menjadi unsur penting dalam keberlangsungan kegiatan sosial ini, mengingat ketersediaan darah sangat bergantung pada kesediaan masyarakat untuk menyumbangkannya secara sukarela.

Donor darah bukan sekadar kegiatan medis, melainkan juga tindakan kemanusiaan yang mencerminkan kepekaan terhadap kebutuhan orang lain. Pendonor mungkin tidak mengenal siapa yang kelak menerima darahnya, tetapi kontribusi tersebut berpotensi membantu pasien melewati masa-masa sulit dalam perawatan kesehatan.

Partisipasi dalam kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah secara rutin sesuai ketentuan kesehatan. Sebelum mendonorkan darah, calon pendonor perlu menjalani pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatannya memenuhi persyaratan yang berlaku.

Dengan demikian, kegiatan donor darah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan budaya saling membantu dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ruang Elisabeth Menjadi Tempat Bertemunya Semangat Solidaritas

Ruang Elisabeth di Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi Janti menjadi tempat berlangsungnya kegiatan yang mempertemukan semangat pelayanan gereja dengan kebutuhan kemanusiaan. Sejak dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan perayaan ulang tahun gereja yang bermakna bagi umat dan masyarakat.

Ketua panitia, Bapak Roy, menjadi salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan kegiatan donor darah sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-25 gereja. Dukungan panitia, kerja sama dengan pihak rumah sakit, serta partisipasi para pendonor merupakan unsur yang saling melengkapi dalam pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.

Melalui kegiatan ini, perayaan ulang tahun gereja diharapkan dapat meninggalkan makna yang lebih luas daripada sekadar peringatan tahunan. Nilai-nilai kasih, kepedulian, dan pengabdian dapat diterjemahkan menjadi tindakan konkret yang memberi manfaat bagi kehidupan orang lain.

Meneguhkan Semangat Berbagi untuk Masa Depan

Kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-25 Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi Janti menjadi pengingat bahwa semangat kebersamaan perlu terus dirawat melalui tindakan nyata. Perjalanan gereja selama 25 tahun tidak hanya menjadi catatan perjalanan sebuah komunitas, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun kehidupan sosial yang lebih peduli dan inklusif.

Kerja sama dengan RSSA Malang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui kemitraan yang produktif antara lembaga keagamaan dan institusi kesehatan. Sementara itu, kehadiran para pendonor menjadi bukti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan.

Pada akhirnya, donor darah mengajarkan bahwa tindakan sederhana dapat membawa arti besar bagi kehidupan orang lain. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi sesuai kemampuan dan kondisi kesehatannya.

Melalui kegiatan sosial ini, Gereja Katolik St. Yohanes Pemandi Janti tidak hanya merayakan usia ke-25, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa kasih dan solidaritas akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan. Semangat berbagi yang tumbuh dari kegiatan tersebut diharapkan terus berlanjut, menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, serta memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian kemanusiaan di Malang dan sekitarnya.

1 Komentar

  1. Mantap, bersyukur acara donor darah berjalan lancar,, dan terimakasih telah membantu menyebarkan berita kebaikkan

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال