Rapat Umum Anggota Forum Nusantara Perkuat Visi Organisasi dan Nilai Kebangsaan




Pakisaji — Forum Nusantara (FN) menggelar kegiatan Rapat Umum Anggota pada Minggu, 24 Mei 2026, di Kecamatan Pakisaji. Kegiatan tersebut difokuskan pada pembahasan penataan struktur organisasi Forum Nusantara sebagai langkah memperkuat tata kelola organisasi dalam satu periode kepengurusan mendatang.

Acara dibuka oleh Bapak Arief Ali yang menyampaikan bahwa agenda utama rapat kali ini membahas penataan struktur organisasi Forum Nusantara (FN). Menurutnya, terdapat beberapa poin penting yang menjadi fokus pembahasan bersama seluruh anggota.

Poin pertama yakni menyusun komposisi pengurus dengan memperhatikan sumber daya manusia yang dimiliki organisasi FN. Hal tersebut bertujuan agar penempatan calon pengurus dapat disesuaikan dengan kemampuan dan basic masing-masing individu sehingga organisasi dapat berjalan lebih efektif.

Selain itu, rapat juga membahas penjabaran rekomendasi program kerja yang telah disepakati bersama pada saat Musyawarah Besar (Mubes). Program kerja tersebut nantinya akan menjadi pedoman bagi calon pengurus dalam menyusun agenda kerja masing-masing departemen dan akan dibahas lebih lanjut dalam agenda Rapat Kerja (Raker) setelah pelantikan pengurus.

Dalam kesempatan itu, pembahasan juga menitikberatkan pada pengadaan dan pengembangan mekanisme organisasi guna mengkoordinasikan tugas dan tanggung jawab seluruh anggota agar menjadi satu kesatuan yang komprehensif dan harmonis. Menurut bapak  Arief Ali, tahapan ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan hubungan antara pimpinan dan anggota sehingga tidak terjadi miskomunikasi maupun kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas organisasi.

“Semua tahapan pembahasan ini sangat penting agar lebih maksimal dalam pencapaian visi dan misi Organisasi Forum Nusantara (FN) dalam satu periode kepengurusan ke depannya,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pembina Forum Nusantara, Bapak Moh Wahyudi, menegaskan bahwa penguatan demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu semata, melainkan tugas seluruh warga negara yang menjunjung demokrasi berkeadilan, khususnya dalam pelaksanaan pemilu.

Beliau menyampaikan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kebebasan untuk turut mengawasi jalannya penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, proses memilih pemimpin merupakan bagian dari konsolidasi nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

“Demokrasi sebagai sarana memilih pemimpin harus dilaksanakan dengan ceria, berintegritas, dan terhormat untuk meneruskan arah pembangunan dan perkembangan bangsa dan negara kita,” ungkapnya.

Bapak Moh. Wahyudi juga berharap seluruh anggota FN dapat terus menggaungkan semangat demokrasi yang ceria, bermartabat, dan terhormat demi keberlanjutan pembangunan bangsa.

Sementara itu, Ketua Forum Nusantara, Bapak Hendro, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya komitmen seluruh anggota dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk selalu berlandaskan hukum yang berlaku.

“Hukum yang kokoh adalah teknologi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara yang harus menjadi pegangan kita bersama,” tegasnya.

Sekretaris Forum Nusantara, Bapak Didin, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengakomodasi draf kepengurusan untuk melengkapi struktur organisasi pada tujuh departemen yang ada di FN.

Beliau juga menegaskan bahwa Forum Nusantara merupakan lembaga swadaya masyarakat yang memiliki semangat positif dan menjunjung kerja kolektif kolegial.

“Saya ingin mengembangkan kemampuan organisasi dan berkontribusi pada program-program sosial yang dijalankan organisasi ini,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi dan penyampaian pendapat, sejumlah anggota turut memberikan pandangan dan masukan. Ibu Erti menyampaikan bahwa menjadi anggota FN bukan sekadar bergabung dalam organisasi, melainkan juga belajar tentang kebersamaan, tanggung jawab, dan kesiapan menjalankan tugas di mana pun berada.

Bapak Rohman mengaku senang diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berdebat secara terbuka meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda. Menurutnya, hal tersebut justru menciptakan suasana yang nyaman dan demokratis dalam organisasi.

Sementara itu, Bapak Fahri menekankan pentingnya pendidikan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Ia mengajak seluruh anggota untuk bersama-sama menjalankan program pendidikan tanpa melihat keterbatasan kemampuan individu.

Di akhir sesi, Bapak Rizal menyoroti pentingnya keberadaan motor penggerak atau ketua di setiap departemen agar program organisasi dapat berjalan lebih terarah dan maksimal.

Kegiatan Rapat Umum Anggota Forum Nusantara berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan demokrasi. Seluruh peserta berharap hasil pembahasan tersebut dapat menjadi pondasi kuat bagi kemajuan organisasi serta kontribusi nyata FN dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

Dalam forum tersebut, pemilihan pengurus dilakukan berdasarkan kompetensi masing-masing, sehingga diharapkan mampu menjalankan tugas secara optimal serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال