Malang, 29 Mei 2026 — Upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak terus dilakukan pemerintah desa bersama tenaga kesehatan melalui kegiatan Kelas Ibu Hamil (Bumil) yang digelar pada Jumat (29/5/2026) di Bale Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh para ibu hamil, kader kesehatan, serta Dokter Muda dari universitas Brawijaya Malang yang turut memberikan edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para ibu mengenai pentingnya persalinan aman, perawatan masa nifas, kesehatan bayi, hingga pemahaman tentang keluarga berencana (KB). Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan praktik senam hamil yang dipandu langsung oleh Dokter Muda Brawijaya Malang.
Edukasi Persalinan Aman untuk Menekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi utama mengenai persalinan aman. Materi ini disampaikan oleh narasumber utama, yaitu Bidan Sartika Arimbi dan Bidan Endah Retno Pratiwi. Keduanya menjelaskan pentingnya kesiapan fisik dan mental ibu hamil menjelang proses persalinan.
Peserta diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda persalinan, seperti kontraksi teratur, keluarnya lendir bercampur darah, hingga pecahnya air ketuban. Selain itu, para ibu juga dijelaskan mengenai tahapan proses persalinan agar tidak merasa takut maupun panik saat menghadapi persalinan nanti.
Menurut Bidan Sartika Arimbi, edukasi semacam ini sangat penting karena masih banyak ibu hamil yang kurang memahami tanda awal persalinan maupun kondisi darurat yang harus segera ditangani tenaga medis.
“Dengan adanya kelas bumil ini, kami berharap ibu hamil lebih siap menghadapi persalinan dan segera mencari pertolongan ketika muncul tanda bahaya,” ujarnya di sela kegiatan.
Peserta Dibekali Pengetahuan Tanda Bahaya Persalinan dan Nifas
Selain membahas proses persalinan, para peserta juga diberikan materi mengenai tanda bahaya persalinan dan masa nifas. Edukasi ini menjadi bagian penting untuk mencegah komplikasi yang dapat membahayakan keselamatan ibu maupun bayi.
Beberapa tanda bahaya persalinan yang disampaikan antara lain perdarahan hebat, tekanan darah tinggi, demam, kejang, hingga persalinan yang berlangsung terlalu lama. Para ibu diminta untuk segera menuju fasilitas kesehatan apabila mengalami kondisi tersebut.
Sementara pada materi nifas sehat bayi selamat, narasumber menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan ibu pascamelahirkan. Para peserta diberikan pemahaman mengenai perawatan diri selama masa nifas, kebutuhan nutrisi ibu menyusui, serta pentingnya pemantauan kesehatan bayi baru lahir.
Tak hanya itu, peserta juga diajarkan mengenali tanda bahaya pada masa nifas, seperti perdarahan berlebihan, demam tinggi, nyeri hebat, maupun infeksi. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan para ibu setelah proses persalinan berlangsung.
Sosialisasi Program KB dan Pentingnya Perencanaan Keluarga
Pada sesi berikutnya, para peserta mendapatkan sosialisasi mengenai program keluarga berencana (KB). Materi ini menekankan pentingnya pengaturan jarak kehamilan demi kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak yang optimal.
Bidan Endah Retno Pratiwi menjelaskan berbagai jenis alat kontrasepsi yang dapat dipilih sesuai kondisi kesehatan masing-masing ibu. Beliau juga menekankan bahwa program KB bukan hanya tanggung jawab perempuan, tetapi memerlukan dukungan keluarga, khususnya suami.
Para peserta tampak aktif bertanya mengenai penggunaan alat kontrasepsi, manfaat KB, hingga efek samping yang mungkin muncul. Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat perhatian serius dari seluruh peserta yang hadir.
Praktik Senam Hamil Berlangsung Meriah
Kegiatan semakin semarak saat memasuki sesi praktik senam hamil. Dengan dipandu tenaga kesehatan dan dibantu Dokter Muda Brawijaya, para ibu hamil mengikuti gerakan senam secara bersama-sama di aula Bale Desa Sitirejo.
Senam hamil tersebut bertujuan membantu ibu menjaga kebugaran tubuh, melatih pernapasan, mengurangi ketegangan otot, serta mempersiapkan tubuh menghadapi proses persalinan. Suasana terlihat penuh semangat dan kebersamaan ketika para peserta mengikuti setiap gerakan yang diperagakan.
Kehadiran Dokter Muda dari universitas Brawijaya Malang juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini. Mereka turut membantu pendampingan peserta, pemeriksaan kesehatan sederhana, serta memberikan motivasi kepada ibu hamil agar tetap menjaga kesehatan selama masa kehamilan.
Dukungan Pemerintah Desa dan Peran Kader Kesehatan
Keberhasilan kegiatan Kelas Bumil ini tidak lepas dari dukungan pemerintah desa dan kader kesehatan setempat. Kepala Desa Sitirejo, Buwang Suharjah, memberikan dukungan penuh terhadap program kesehatan masyarakat tersebut.
Menurutnya, kegiatan edukasi kesehatan ibu perlu terus dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah desa terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia berharap para ibu hamil semakin sadar pentingnya pemeriksaan rutin dan persalinan di fasilitas kesehatan.
Selain itu, para kader kesehatan Desa Sitirejo, yakni ibu Kuswayuni, ibu Ninil Kasiani, dan ibu Shantiana, juga berperan aktif dalam mengoordinasikan peserta serta mendampingi jalannya kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak semakin meningkat sehingga mampu menekan angka risiko komplikasi persalinan maupun kematian ibu dan bayi di wilayah Desa Sitirejo.
Tags
kesehatan