KKN MAs Kelompok 73 Sulap Pos Kamling Menjadi Gazebo Literasi di Dusun Bedali


MALANG, 27 Agustus 2026 — Sebuah pos keamanan lingkungan (pos kamling) di Dusun Bedali, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, kini memiliki fungsi baru. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 73 memanfaatkan bangunan tersebut dan menyulapnya menjadi Gazebo Literasi sebagai ruang membaca dan belajar bagi masyarakat.

Pemanfaatan fasilitas yang sebelumnya digunakan sebagai tempat berkumpul warga itu menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN MAs kepada masyarakat. Alih-alih membangun ruang baru, mahasiswa memilih mengoptimalkan bangunan yang telah tersedia dengan memberikan fungsi tambahan sebagai ruang edukatif.

Gazebo Literasi tersebut ditujukan terutama bagi anak-anak di Dusun Bedali. Mahasiswa menata kembali bagian dalam dan lingkungan sekitar pos kamling agar lebih nyaman digunakan untuk membaca, belajar, maupun melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan literasi.

Memanfaatkan Fasilitas yang Sudah Ada

Program tersebut berangkat dari upaya mahasiswa untuk melihat potensi fasilitas yang berada di tengah permukiman warga. Pos kamling yang selama ini menjadi salah satu ruang interaksi masyarakat dinilai dapat dimanfaatkan lebih luas tanpa menghilangkan fungsi sosialnya.

Dengan penataan sederhana, bangunan tersebut kemudian diarahkan menjadi ruang yang dapat mendukung kegiatan membaca. Kehadiran Gazebo Literasi diharapkan mampu menciptakan alternatif tempat belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Safira Salma, salah satu mahasiswa KKN MAs Kelompok 73, mengatakan pemanfaatan pos kamling menjadi gazebo literasi merupakan upaya untuk menghadirkan ruang belajar yang sederhana, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut dia, keberadaan ruang literasi di lingkungan dusun penting untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak agar memiliki akses terhadap bahan bacaan di luar kegiatan belajar formal.

“Harapannya, Gazebo Literasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak dan masyarakat Dusun Bedali. Semoga keberadaan buku-buku yang ada dapat menambah wawasan, meningkatkan minat baca, dan menjadi ruang belajar yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Safira.

Sediakan Sekitar 150 Buku Donasi

Untuk melengkapi fasilitas tersebut, mahasiswa KKN MAs Kelompok 73 mengumpulkan sekitar 150 buku hasil donasi. Buku-buku itu kemudian ditempatkan di Gazebo Literasi agar dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh anak-anak maupun masyarakat sekitar.

Koleksi yang tersedia terdiri atas beragam jenis bacaan. Kehadiran berbagai pilihan buku tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal lebih banyak pengetahuan dan menemukan bahan bacaan yang sesuai dengan minat mereka.

Bagi mahasiswa, penyediaan buku menjadi bagian penting dari program tersebut. Gazebo yang telah ditata tidak hanya diharapkan menjadi tempat berkumpul, tetapi juga benar-benar berfungsi sebagai ruang yang mendorong aktivitas membaca dan belajar.

Koleksi buku yang berasal dari donasi juga menjadi bentuk keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung program literasi. Dengan bertambahnya bahan bacaan, ruang yang sebelumnya berfungsi sebagai pos kamling itu kini memiliki sumber belajar yang dapat diakses oleh masyarakat secara lebih dekat.

Dorong Minat Baca Anak-anak

Program Gazebo Literasi juga diarahkan untuk memberikan kegiatan positif bagi anak-anak di Dusun Bedali. Di tengah berbagai aktivitas keseharian, keberadaan ruang membaca di lingkungan tempat tinggal diharapkan dapat menjadi pilihan kegiatan yang bersifat edukatif.

Mahasiswa KKN MAs Kelompok 73 berharap anak-anak tidak hanya datang ke gazebo untuk membaca, tetapi juga menjadikannya sebagai ruang untuk belajar bersama dan bertukar pengetahuan. Dengan suasana yang lebih terbuka dan berada di lingkungan masyarakat, kegiatan literasi diharapkan dapat tumbuh secara alami.

Upaya menumbuhkan minat baca memang tidak selalu harus dilakukan melalui pembangunan fasilitas yang besar. Ruang sederhana yang dekat dengan masyarakat dapat menjadi titik awal untuk membangun kebiasaan membaca apabila dimanfaatkan secara konsisten.

Karena itu, perubahan fungsi pos kamling menjadi Gazebo Literasi menjadi bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan program yang menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan setempat.

Diharapkan Berkelanjutan

Selain menyediakan buku, mahasiswa juga melakukan penataan gazebo dan memasang identitas sebagai Gazebo Literasi Dusun Bedali. Penataan tersebut dilakukan untuk memberikan suasana yang lebih nyaman sekaligus memperjelas fungsi baru bangunan tersebut.

Mahasiswa berharap keberadaan gazebo tidak berhenti ketika masa pelaksanaan KKN MAs Kelompok 73 berakhir. Fasilitas dan koleksi buku yang telah tersedia diharapkan dapat terus digunakan dan dirawat oleh masyarakat.

Keberlanjutan program menjadi salah satu hal penting dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Sebab, manfaat sebuah program tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas yang ditinggalkan dapat terus dimanfaatkan setelah mahasiswa kembali ke lingkungan kampus.

Masyarakat Dusun Bedali diharapkan turut menjaga kondisi gazebo dan buku-buku yang tersedia. Dengan demikian, ruang tersebut dapat menjadi fasilitas bersama yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pemanfaatan pos kamling sebagai Gazebo Literasi sekaligus menunjukkan bahwa program pengabdian tidak selalu membutuhkan pembangunan fisik yang baru. Fasilitas yang telah ada dapat dioptimalkan melalui penataan dan penambahan fungsi sesuai kebutuhan masyarakat.

Bagi KKN MAs Kelompok 73, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong budaya membaca melalui ruang sederhana yang berada di tengah permukiman warga. Pos kamling yang sebelumnya identik dengan aktivitas keamanan dan tempat berkumpul masyarakat kini memiliki peran tambahan sebagai ruang edukasi.

Dengan tersedianya sekitar 150 buku donasi, Gazebo Literasi Dusun Bedali diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dengan bahan bacaan. Anak-anak dapat membaca dan belajar, sementara masyarakat memiliki fasilitas tambahan untuk memperoleh pengetahuan.

Program tersebut pada akhirnya tidak hanya mengubah tampilan sebuah pos kamling, tetapi juga memperluas fungsi ruang publik di Dusun Bedali. Dari tempat berkumpul warga, bangunan itu kini diharapkan berkembang menjadi ruang membaca, belajar, dan berbagi pengetahuan.

Melalui program sederhana tersebut, KKN MAs Kelompok 73 berupaya meninggalkan fasilitas yang dapat terus digunakan masyarakat. Gazebo Literasi diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa sekaligus menjadi awal tumbuhnya kebiasaan membaca di lingkungan Dusun Bedali.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال