Sitirejo - Wagir, Kabupaten Malang– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Merdeka (UNMER) Malang yang tergabung dalam Kelompok 29 berhasil menyelesaikan pembangunan green house di Dusun Temu RT 03 RW 03, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir. Green house tersebut kini telah berdiri dan ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura, sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung ketahanan pangan desa serta pengembangan edukasi pertanian berkelanjutan.
Pembangunan green house ini merupakan salah satu program unggulan KKN UNMER Kelompok 29 yang diketuai oleh Ririn Laily. Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat Dusun Temu terhadap sarana pertanian modern yang dapat dimanfaatkan secara jangka panjang, baik untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun sebagai media pembelajaran pertanian bagi warga.
Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Desa
Ketua Kelompok 29 KKN UNMER, Ririn Laily, menjelaskan bahwa pembangunan green house ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah desa dan masyarakat setempat. Sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, mahasiswa KKN terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
“Kami sangat bersyukur karena program green house ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari warga Dusun Temu. Dukungan dari Bapak Kepala Desa Sitirejo, Bapak Kepala Dusun, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan green house ini,” ujar Ririn Laily.
Kepala Desa Sitirejo, bapak Buwang Suharjah, turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNMER. Menurutnya, kehadiran green house ini menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan desa dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.
“Kami menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN UNMER Kelompok 29. Green house ini sangat bermanfaat bagi warga, terutama dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pertanian modern,” ungkap bapak Buwang Suharjah.
Dukungan Kepala Dusun dan Antusiasme Warga
Hal senada disampaikan oleh Kepala Dusun Temu, bapak Harmaji , yang menilai bahwa pembangunan green house ini memberikan dampak positif bagi lingkungan dusun. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga, khususnya kelompok tani dan ibu-ibu PKK.
“Green house ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga sarana edukasi. Warga bisa belajar cara menanam, merawat, dan memanen tanaman dengan metode yang lebih terkontrol dan efisien,” ujar bapak Harmaji.
Antusiasme warga terlihat sejak proses pembangunan berlangsung. Warga Dusun Temu turut membantu dalam persiapan lahan, pemasangan rangka green house, hingga penanaman bibit tanaman. Semangat gotong royong tersebut menjadi cerminan kuatnya kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.
Beragam Jenis Tanaman Hortikultura
Green house yang dibangun oleh Kelompok 29 KKN UNMER ini ditanami dengan bermacam-macam tanaman, seperti sayuran hijau, tanaman cabai, tomat, dan beberapa jenis tanaman hortikultura lainnya. Pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi lingkungan setempat.
Dengan sistem green house, tanaman dapat tumbuh lebih optimal karena terlindung dari cuaca ekstrem dan hama. Selain itu, metode ini juga memungkinkan pengelolaan air dan nutrisi tanaman menjadi lebih efisien.
Mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan awal kepada warga terkait cara perawatan tanaman di dalam green house, mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pengendalian hama secara sederhana dan ramah lingkungan.
Harapan Keberlanjutan Program
Pembangunan green house ini diharapkan tidak berhenti sebagai program KKN semata, tetapi dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat Dusun Temu. Mahasiswa KKN UNMER Kelompok 29 berharap green house tersebut dapat menjadi pusat kegiatan pertanian kecil yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami berharap setelah masa KKN berakhir, green house ini tetap dirawat dan dimanfaatkan oleh warga. Semoga apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat jangka panjang dan menjadi inspirasi untuk pengembangan program serupa di masa depan,” tutur Ririn Laily.
Keberhasilan pembangunan green house oleh Kelompok 29 KKN UNMER ini menjadi bukti bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui program yang tepat sasaran dan kolaborasi yang baik, KKN dapat menjadi motor penggerak pembangunan desa menuju kemandirian dan kesejahteraan bersama.
Tags
KKN