Gugur Gunung Lestarikan Tradisi, Warga Dusun Temu dan Mahasiswa KKN UNMER Bersihkan Area Makam


Sitirejo Wagir, Malang – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali terlihat dalam kegiatan gugur gunung atau kerja bakti yang dilaksanakan di area makam Dusun Temu, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, para ketua RT, warga setempat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 dari Universitas Merdeka Malang.

Sejak pagi hari, warga sudah berdatangan dengan membawa berbagai peralatan seperti cangkul, sabit, dan sapu. Mereka bersama-sama membersihkan rumput liar, merapikan area sekitar makam, serta memperbaiki bagian-bagian yang mulai tertutup semak.

Kehadiran mahasiswa KKN semakin menambah semangat warga dalam melaksanakan kegiatan yang sudah menjadi tradisi turun-temurun tersebut.

Ketua Kelompok 30 KKN UNMER, Sodara Satrio Cancer Avendi, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan gugur gunung merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Kami merasa bangga bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Selain membantu masyarakat, kami juga belajar tentang nilai gotong royong yang masih sangat kuat di Dusun Temu,” ujarnya.

Dukungan Penuh Pemerintah Desa

Kegiatan gugur gunung ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sitirejo, bapak Buwang Suharjah, yang turut memberikan apresiasi atas kekompakan warganya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti seperti ini sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

“Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan. Selain menjaga kebersihan makam, ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan warga,” ungkapnya.

Kepala Dusun Temu, bapak Harmaji, juga terlihat aktif terjun langsung membantu warga. Ia mengatur pembagian tugas agar pekerjaan dapat selesai dengan cepat dan merata.

Menurutnya, gugur gunung merupakan tradisi yang tidak hanya memiliki nilai kebersihan, tetapi juga nilai sosial dan budaya yang tinggi.

“Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan secara rutin, apalagi menjelang momen-momen tertentu seperti bulan Ramadhan atau tradisi nyekar,” jelasnya.

Kekompakan Warga dan Ketua RT

Para ketua RT di Dusun Temu juga turut hadir dan memimpin warganya masing-masing. Salah satunya adalah Ketua RT 1, bapak  Arthur, yang tampak berbaur bersama warga membersihkan area makam.

Beliau mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama sebagai warga.

“Kami ingin makam ini tetap bersih dan terawat, karena ini adalah tempat peristirahatan terakhir keluarga dan leluhur kami,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga, bapak Tamami, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan gugur gunung tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga.

“Kalau kerja bakti seperti ini, kami bisa berkumpul, bercanda, dan saling membantu. Ini yang membuat hubungan kami tetap rukun,” kata beliau.

Mahasiswa KKN Belajar Nilai Kehidupan dari Masyarakat

Mahasiswa KKN Kelompok 30 terlihat aktif membantu berbagai pekerjaan, mulai dari memotong rumput, mengumpulkan sampah, hingga membersihkan jalan setapak di area makam.

Kehadiran mereka mendapat sambutan positif dari masyarakat, yang merasa terbantu dengan tambahan tenaga.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang tidak didapatkan di bangku kuliah.

Mereka belajar secara langsung tentang arti kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Sodara Satrio Cancer Avendi menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama pelaksanaan KKN.

“Kami merasakan langsung bagaimana kuatnya rasa kekeluargaan di sini. Kami berharap bisa terus berkontribusi dalam kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Melestarikan Tradisi dan Menjaga Lingkungan

Kegiatan gugur gunung di makam Dusun Temu ini berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Dalam waktu beberapa jam, area makam yang sebelumnya dipenuhi rumput liar berubah menjadi bersih dan rapi.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan terjaga di tengah masyarakat.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Kepala Desa Sitirejo berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan melibatkan generasi muda, termasuk mahasiswa.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah desa, warga, dan mahasiswa, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis.

Semangat gugur gunung yang terlihat di makam Dusun Temu pada hari itu menjadi cerminan nyata bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun desa.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, warga Dusun Temu dan mahasiswa KKN UNMER telah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan tradisi merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال