Musyawarah Masyarakat RW 03 Dusun Temu Perkuat Sinergi Warga dan Mahasiswa Unitri dalam Peningkatan Kesehatan Komunitas

Malang, 1 Mei 2026— Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat terus digalakkan melalui pendekatan kolaboratif antara akademisi, tenaga kesehatan, dan warga. Hal ini tampak dalam kegiatan Musyawarah Masyarakat (MMD) RW 03 Dusun Temu yang diselenggarakan oleh Kelompok A Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, pada Jumat (1/5/2026) di Balai Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan di lingkungan masyarakat sekaligus merumuskan solusi berbasis partisipasi aktif warga. Musyawarah berlangsung dengan penuh antusiasme dan melibatkan berbagai unsur penting desa.

Kolaborasi Lintas Sektor dalam Musyawarah

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sitirejo, Bapak Buwang Suharjah, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Beliau mengapresiasi kehadiran mahasiswa profesi Ners UNITRI yang telah berkontribusi dalam mengkaji kondisi kesehatan masyarakat setempat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendapatkan edukasi kesehatan secara langsung. Kami berharap hasil musyawarah ini dapat ditindaklanjuti secara nyata,” ujar bapak Buwang Suharjah.

Turut hadir sebagai dosen pendamping, Ibu Hilda Mazarina Devi, S.Kep., Ns., M.Sc., yang memberikan arahan serta memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan akademik dan kebutuhan masyarakat. Beliau menjelaskan bahwa Musyawarah Masyarakat merupakan bagian dari praktik keperawatan komunitas yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat.

Peran Tenaga Kesehatan dan Mahasiswa

Dari pihak Puskesmas, kegiatan ini diwakili oleh Ibu Sisca dan Ibu Eva selaku perawat desa Sitirejo. Keduanya turut memberikan pandangan terkait kondisi kesehatan masyarakat serta program-program yang telah berjalan di wilayah tersebut.

Mahasiswa UNITRI yang tergabung dalam Kelompok A sebelumnya telah melakukan pengkajian lapangan selama beberapa waktu. Hasil pengkajian tersebut kemudian dipresentasikan dalam forum musyawarah, mencakup berbagai isu kesehatan seperti sanitasi lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta potensi peningkatan kasus penyakit tidak menular.

Pemaparan mahasiswa menjadi dasar diskusi yang melibatkan seluruh peserta musyawarah, sehingga tercipta dialog dua arah yang konstruktif antara warga dan pihak akademisi.

Partisipasi Aktif Masyarakat

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Desa Sitirejo, para kader kesehatan, serta ketua RW dan RT Dusun Temu. Kehadiran mereka memperkuat peran masyarakat sebagai subjek utama dalam pembangunan kesehatan.

Diskusi berlangsung dinamis, di mana warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga hingga kurangnya kesadaran akan pemeriksaan kesehatan rutin. Para kader kesehatan juga berbagi pengalaman lapangan terkait tantangan dalam mengedukasi masyarakat.

Melalui forum ini, disepakati beberapa rencana tindak lanjut, di antaranya peningkatan kegiatan penyuluhan kesehatan, penguatan peran kader, serta kerja sama berkelanjutan dengan mahasiswa dan tenaga kesehatan.

Harapan dan Tindak Lanjut

Musyawarah Masyarakat RW 03 Dusun Temu diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga. Mahasiswa UNITRI berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat selama masa praktik berlangsung.

Ibu Hilda Mazarina Devi menegaskan bahwa keberhasilan program keperawatan komunitas sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. “Kami tidak hanya datang untuk memberikan solusi, tetapi juga belajar dari masyarakat dan bersama-sama mencari jalan terbaik,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif. Diharapkan, model seperti ini dapat terus dikembangkan di wilayah lain guna mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال