“Membangun Pengaruh di Era Digital: Sosialisasi Dorong Generasi Muda Bangun Aset Digital dan Kepemimpinan "

Malang, 16 April 2026 – Upaya memperkuat literasi digital di kalangan masyarakat dan mahasiswa terus digalakkan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya terlihat dalam kegiatan sosialisasi digitalisasi yang digelar di Founder  Gedong Ijen, Kota Malang, pada Kamis (16/4). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Bapak Buwang Suharjah, yang berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA)

Mengusung tema “Aset Digital yang Kamu Bangun, Pengaruhmu Akan Tumbuh”, kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan peserta mengenai pentingnya membangun identitas dan nilai diri melalui platform digital. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah , akademisi, dan praktisi digital dalam menghadapi era transformasi teknologi yang semakin pesat.

Dalam sambutannya,  bapak Buwang Suharjah selaku kepala desa Sitirejo, menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa desa dalam menghadapi era digital.

“Digitalisasi membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk berkembang. Melalui pemanfaatan teknologi, potensi lokal bisa dikenal lebih luas, bahkan hingga ke tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UNIKAMA yang berperan aktif dalam menyukseskan sosialisasi. Mahasiswa UNIKAMA turut serta dalam diskusi, pendampingan, serta berbagi perspektif mengenai pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dan kehidupan sosial.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara dunia akademik , sehingga transformasi digital dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

 Wawasan Peluang Digital dari Praktisi Industri

Turut hadir dalam kegiatan ini, Leader Muzike Indonesia, Bapak Anggara, yang memberikan wawasan terkait peluang besar di dunia digital. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa era digital saat ini memberikan kesempatan luas bagi siapa saja untuk berkembang tanpa batas geografis.

Menurutnya, platform digital seperti media sosial, konten kreatif, dan ekosistem digital lainnya dapat menjadi sarana untuk membangun personal branding sekaligus menciptakan peluang ekonomi.

“Siapa pun bisa sukses di dunia digital, asalkan konsisten membangun asetnya. Konten, karya, dan ide adalah aset yang bisa berkembang jika dikelola dengan baik,” jelasnya di hadapan peserta.

Beliau juga mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen digital, tetapi juga menjadi kreator yang mampu memberikan dampak positif bagi mahasiswa.

Peran Kepemimpinan dalam Membangun Aset Digital

Sementara itu, Dosen Universitas Kanjuruhan Malang, Bapak Engelbirtus Kukuh Widijatmoko, menyampaikan materi mengenai kepemimpinan dan transformasi aset digital. Ia menekankan bahwa setiap individu sejatinya adalah aset yang memiliki potensi untuk berkembang.

“Diri kita adalah aset. Ketika karya kita dikemas dengan baik dan didistribusikan secara digital, maka nilai diri kita akan terus bertumbuh dan memberikan dampak luas,” ungkapnya.

Dalam materinya, beliau juga menyoroti pentingnya kepemimpinan adaptif di era digital. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu berinovasi, memahami teknologi, serta mengarahkan potensi individu menjadi kekuatan kolektif.

Peserta diajak untuk memahami bahwa membangun aset digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mengelola potensi diri, kreativitas, dan kemampuan komunikasi.

Mendorong Generasi Muda Melek Digital

Kegiatan sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari mahasiswa.
Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap isu digitalisasi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa  dapat lebih memahami pentingnya membangun aset digital sejak dini. Tidak hanya sebagai sarana ekspresi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung percepatan transformasi digital di tingkat lokal, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing di era global.

Melalui sinergi  akademisi, dan praktisi industri, pesan yang disampaikan dalam sosialisasi ini menjadi semakin kuat: bahwa di era digital, siapa pun memiliki kesempatan untuk tumbuh dan memberikan pengaruh, selama mampu membangun dan mengelola aset digitalnya dengan baik.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال