Sitirejo, Wagir – Senin, 27 April 2026
Upaya peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali digalakkan melalui kegiatan pelatihan berbasis kompetensi. Pemerintah Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, menjadi tuan rumah pembukaan pelaksanaan pelatihan budidaya jamur tiram yang berlangsung di Balai Desa Sitirejo pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala UPT BLK Wonojati Kecamatan Singosari, Ibu Indah, serta Kepala Desa Sitirejo, Bapak Buwang Suharjah. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan pasar.
Komitmen Peningkatan Kompetensi Warga
Dalam sambutannya, Kepala UPT BLK Wonojati, Ibu Indah, menyampaikan bahwa pelatihan berbasis kompetensi merupakan salah satu strategi penting dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Menurutnya, keterampilan praktis seperti budidaya jamur tiram memiliki prospek yang sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
“Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan dasar, tetapi juga keterampilan teknis yang bisa langsung diterapkan. Kami berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Ibu Indah.
Beliau juga menambahkan bahwa sektor pertanian non-konvensional seperti budidaya jamur tiram semakin diminati karena tidak membutuhkan lahan luas dan memiliki siklus panen yang relatif cepat. Hal ini menjadikannya sebagai alternatif usaha yang cocok bagi masyarakat desa.
Dukungan Pemerintah Desa
Sementara itu, Kepala Desa Sitirejo, Bapak Buwang Suharjah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan tersebut di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa sangat mendukung program-program yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat relevan dengan kebutuhan warga. Harapan kami, pelatihan ini bisa melahirkan pelaku usaha baru yang mandiri dan mampu menciptakan lapangan kerja di desa,” ungkapnya.
Bapak Buwang juga mengajak para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara maksimal. Beliau menekankan pentingnya konsistensi dan kemauan untuk terus belajar dalam menjalankan usaha budidaya jamur.
Antusiasme Peserta Pelatihan
Pelatihan budidaya jamur tiram ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pemuda desa, ibu rumah tangga, hingga pelaku usaha kecil. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, di mana mereka aktif mengikuti sesi pembukaan dan menyimak materi pengantar yang disampaikan oleh instruktur.
Salah satu peserta, Bu Yuyun mengaku sangat tertarik mengikuti pelatihan ini karena melihat peluang usaha yang cukup menjanjikan. “Saya ingin punya usaha sendiri di rumah. Jamur tiram ini katanya mudah dibudidayakan dan pasarnya juga ada,” ujarnya.
Pelatihan ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan materi yang mencakup teknik dasar budidaya, pembuatan media tanam (baglog), perawatan, hingga strategi pemasaran hasil panen. Para peserta juga akan mendapatkan praktik langsung agar lebih memahami proses budidaya secara menyeluruh.
Harapan Keberlanjutan Program
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tidak hanya berhenti pada transfer pengetahuan semata, tetapi juga berlanjut pada pendampingan dan pengembangan usaha bagi para peserta. Sinergi antara pemerintah desa, lembaga pelatihan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Kegiatan pelatihan budidaya jamur tiram ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin Desa Sitirejo akan menjadi salah satu sentra produksi jamur tiram yang mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi seperti ini, masyarakat diharapkan semakin siap menghadapi tantangan ekonomi serta mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan.
Tags
sosial masyarakat