Gereja Santo Yohanes Pemandi Janti dipenuhi umat Katolik yang datang untuk mengikuti perayaan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus pada Kamis, 14 Mei 2026. Sejak pagi hari, suasana gereja tampak ramai oleh kehadiran umat dari berbagai lingkungan dan keluarga yang datang dengan penuh sukacita untuk mengikuti misa suci yang menjadi salah satu hari besar dalam kalender liturgi Gereja Katolik tersebut.
Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus merupakan momentum penting bagi umat Kristiani untuk mengenang peristiwa Yesus naik ke surga setelah bangkit dari kematian. Dalam tradisi Gereja Katolik, peristiwa ini menjadi simbol kemenangan Kristus atas maut sekaligus pengharapan bagi umat beriman akan kehidupan kekal. Di Malang, perayaan tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna di Gereja Santo Yohanes Pemandi Janti.
Suasana Khidmat Sejak Awal Misa
Sejak sebelum misa dimulai, umat sudah memadati area gereja. Sebagian umat terlihat datang bersama keluarga, sementara lainnya datang secara berkelompok dari lingkungan masing-masing. Petugas gereja dan para pelayan liturgi tampak bersiap menyambut umat serta mengatur jalannya ibadah agar berlangsung tertib dan nyaman.
Lantunan lagu-lagu rohani mengiringi suasana gereja yang tenang dan penuh penghayatan. Umat mengikuti setiap rangkaian misa dengan khusyuk, mulai dari doa pembuka, liturgi sabda, hingga perayaan ekaristi. Cahaya lilin dan dekorasi altar yang sederhana namun sakral semakin menambah suasana penuh damai di dalam gereja.
Dalam homili yang disampaikan oleh Romo Jemmy umat diajak untuk memaknai kenaikan Yesus Kristus bukan sebagai perpisahan, melainkan sebagai pengingat bahwa Tuhan selalu hadir menyertai kehidupan umat-Nya. Romo Jemmy juga mengajak umat untuk terus menjaga iman, harapan, dan kasih di tengah tantangan kehidupan sehari-hari.
Momentum Penguatan Iman Umat
Perayaan Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus juga menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kehidupan rohani. Banyak umat yang memanfaatkan momentum tersebut untuk berdoa bersama keluarga serta memohon berkat dan perlindungan Tuhan.
Salah satu umat yang hadir dalam misa tersebut, Kak Asti, mengaku bersyukur dapat mengikuti ibadah bersama umat lainnya di Gereja Santo Yohanes Pemandi Janti. Menurutnya, perayaan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus memberikan ketenangan dan penguatan iman di tengah berbagai aktivitas dan tantangan kehidupan.
“Perayaan ini membuat saya semakin yakin bahwa Tuhan selalu menyertai kehidupan kita. Suasana misa tadi juga sangat khidmat dan membawa kedamaian,” ujar Kak Asti usai mengikuti ibadah.
Ia juga mengatakan bahwa kehadiran umat yang cukup banyak menunjukkan semangat kebersamaan dan kerinduan umat untuk semakin dekat dengan Tuhan. Menurutnya, perayaan hari besar keagamaan seperti ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarumat.
Kebersamaan dan Semangat Pelayanan
Selain diikuti umat dari berbagai usia, perayaan misa juga melibatkan banyak pelayan gereja, mulai dari petugas koor, misdinar, lektor, hingga petugas keamanan lingkungan gereja. Mereka bersama-sama melayani jalannya ibadah agar berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan.
Suasana kebersamaan tampak terasa setelah misa selesai. Sejumlah umat terlihat saling menyapa dan berbincang di halaman gereja. Anak-anak bermain bersama, sementara para orang tua berbagi cerita mengenai kegiatan lingkungan dan pelayanan gereja. Momen tersebut menjadi gambaran nyata kehidupan umat yang tidak hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga dalam rasa persaudaraan.
Hari Kenaikan Tuhan Yesus Kristus sendiri menjadi salah satu perayaan penting yang selalu dinantikan umat Katolik setiap tahunnya. Selain menjadi hari libur nasional, perayaan ini juga menjadi pengingat akan tugas umat beriman untuk terus membawa kasih dan damai dalam kehidupan bermasyarakat.
Harapan Umat untuk Kehidupan yang Lebih Damai
Melalui perayaan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus tahun ini, umat Katolik di Gereja Santo Yohanes Pemandi Janti berharap agar kehidupan masyarakat semakin dipenuhi kedamaian, toleransi, dan semangat persatuan. Umat juga diajak untuk terus menjadi pribadi yang membawa terang dan kasih di lingkungan sekitar.
Perayaan yang berlangsung dengan aman dan penuh sukacita tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kehidupan beriman tetap tumbuh di tengah masyarakat. Bagi umat yang hadir, misa Kenaikan Tuhan Yesus Kristus bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi pengalaman rohani yang memberi kekuatan baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dengan penuh khidmat, umat meninggalkan gereja setelah misa berakhir sambil membawa harapan dan sukacita iman. Perayaan di Gereja Santo Yohanes Pemandi Janti Malang itu pun menjadi momentum yang mempertegas makna kehadiran Tuhan dalam kehidupan umat Katolik, sekaligus mempererat persaudaraan antarumat di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.