Kirab Tumpeng Dusun Reco Berlangsung Meriah, Warga Berbusana Adat Jawa dan Kesenian Bantengan Semarakkan Tradisi Bersih Dusun

Wagir, Kabupaten Malang – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal begitu terasa dalam pelaksanaan Kirab Tumpeng Dusun Reco, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, yang digelar pada Minggu, 5 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi Bersih Dusun ini berlangsung meriah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Kirab tersebut menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, kesehatan, keselamatan, serta keberkahan yang telah diterima masyarakat selama setahun terakhir.

Seluruh Warga Mengenakan Busana Adat Jawa

Sejak pagi hari, suasana Dusun Reco tampak semarak. Seluruh warga dari lima Rukun Tetangga (RT) memadati lokasi kegiatan dengan mengenakan busana adat Jawa. Kaum pria mengenakan beskap, blangkon, dan kain jarik, sementara kaum perempuan tampil anggun dengan kebaya dan kain batik. Penampilan tersebut semakin memperkuat nuansa budaya yang menjadi ciri khas pelaksanaan kirab tumpeng.

Warga membawa tumpeng yang dihias menggunakan hasil bumi, seperti padi, sayuran, buah-buahan, serta berbagai makanan tradisional. Setiap RT menampilkan tumpeng dengan kreativitas dan ciri khas masing-masing sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen, rezeki, serta kehidupan yang damai dan harmonis.

Kirab berlangsung tertib dengan rute mengelilingi jalan-jalan Dusun Reco. Di sepanjang perjalanan, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta kirab yang berjalan penuh semangat sambil membawa tumpeng. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut sebagai bentuk kebanggaan terhadap tradisi yang terus dilestarikan.

Dimeriahkan Kesenian Bantengan Dusun Reco

Kemeriahan kirab semakin terasa dengan penampilan Kesenian Bantengan Dusun Reco yang menjadi daya tarik utama masyarakat. Atraksi budaya tersebut dipimpin oleh Bapak Slamet bersama para anggota kelompok bantengan yang menampilkan pertunjukan penuh semangat dan atraktif.

Penampilan Bantengan berhasil menyedot perhatian warga yang memadati sepanjang rute kirab. Alunan musik tradisional berpadu dengan gerakan para pemain menciptakan suasana yang meriah sekaligus memperlihatkan kekayaan seni budaya khas Malangan yang masih terus dijaga oleh masyarakat Dusun Reco.

Bagi warga, kehadiran kesenian Bantengan bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Dihadiri Pemerintah Desa dan Unsur Keamanan

Kegiatan Kirab Tumpeng tahun ini turut dihadiri Kepala Desa Sitirejo, Bapak Buwang Suharjah, beserta seluruh jajaran perangkat desa. Kehadiran pemerintah desa menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Desa Sitirejo.

Turut hadir Kepala Dusun Reco, Bapak Suwarno, yang bersama panitia dan masyarakat telah mempersiapkan kegiatan ini sejak jauh hari. Selain itu, Ketua RW Dusun Reco, Ibu Siska, para ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat juga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Dari unsur keamanan, hadir Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sitirejo yang melakukan pengamanan sekaligus memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran mereka mendapat apresiasi dari masyarakat karena kegiatan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Doa Bersama sebagai Wujud Rasa Syukur

Usai pelaksanaan kirab, seluruh peserta berkumpul untuk mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Arman. Dalam suasana yang khidmat, masyarakat memanjatkan doa sebagai ungkapan syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT serta memohon agar Dusun Reco senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, kesehatan, dan kerukunan.

Prosesi doa menjadi salah satu bagian penting dalam tradisi Bersih Dusun karena mengandung makna spiritual yang mengajarkan masyarakat untuk selalu bersyukur sekaligus memohon perlindungan dalam menjalani kehidupan.

Setelah doa selesai, tumpeng yang sebelumnya diarak kemudian dinikmati bersama oleh seluruh warga. Tradisi makan bersama menjadi simbol persaudaraan, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat Dusun Reco.

Menjaga Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang

Kirab Tumpeng Dusun Reco bukan hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya yang sarat akan nilai-nilai luhur. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk terus menjaga tradisi warisan leluhur sekaligus memperkuat rasa persatuan dan kepedulian sosial.

Keterlibatan seluruh warga dari lima RT, pemerintah desa, tokoh masyarakat, unsur keamanan, hingga kelompok seni Bantengan menunjukkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda pun dilibatkan secara aktif agar mampu mengenal, mencintai, dan melanjutkan tradisi yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Keberhasilan pelaksanaan Kirab Tumpeng tahun 2026 menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi. Dengan semangat gotong royong, rasa syukur, dan kecintaan terhadap warisan budaya, masyarakat Dusun Reco berharap tradisi ini akan terus menjadi agenda tahunan yang membawa manfaat, mempererat tali persaudaraan, serta menjadi kebanggaan bagi Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال