WAGIR, MALANG — Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terasa di Dusun Reco RT 01 RW 02, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 5 September 2026. Warga setempat menggelar kegiatan pentas seni yang menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menampilkan kreativitas sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan meriah dan mendapat perhatian dari masyarakat sekitar. Pentas seni tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan dan mengembangkan potensi seni yang dimiliki masyarakat Dusun Reco. Antusiasme warga terlihat dari kehadiran masyarakat yang turut menyaksikan berbagai penampilan yang disuguhkan dalam kegiatan tersebut.
Penyelenggaraan pentas seni tersebut merupakan hasil dari kerja sama dan dukungan berbagai unsur masyarakat. Warga secara bersama-sama turut berpartisipasi dalam mempersiapkan kegiatan, mulai dari persiapan acara hingga dukungan pendanaan. Semangat gotong royong menjadi salah satu hal yang menonjol dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Mas Lirri Andrianto Pimpin Kepanitiaan
Kegiatan pentas seni ini dipimpin oleh Ketua Panitia, Mas Lirri Andrianto. Sebagai ketua panitia, ia bersama jajaran kepanitiaan dan warga berupaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Kegiatan yang melibatkan masyarakat tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian warga terhadap kegiatan sosial dan kebudayaan di lingkungan dusun. Dengan adanya pentas seni, masyarakat memiliki kesempatan untuk berkumpul dalam suasana yang lebih santai sekaligus memberikan ruang kepada anak-anak dan generasi muda untuk menunjukkan keberanian serta kemampuan mereka di depan masyarakat.
Salah satu peserta yang turut tampil dalam pentas seni tersebut adalah adik Wildan. Kehadiran peserta dari kalangan anak-anak menjadi bagian menarik dari kegiatan karena menunjukkan bahwa pentas seni tidak hanya diperuntukkan bagi orang dewasa, tetapi juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk ikut berpartisipasi.
Sambutan Tokoh Masyarakat dan Pemerintah Desa
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan sambutan dari sejumlah tokoh masyarakat dan pemerintahan setempat. Di antaranya adalah Ketua RT 01, Bapak Warno, yang menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Ketua RT menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang digagas dan dilaksanakan oleh masyarakat.
Selain itu, sambutan juga disampaikan oleh Kepala Dusun atau Kasun, Bapak Suwarno. Kehadiran kepala dusun dalam kegiatan tersebut memperlihatkan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang bertujuan menciptakan kebersamaan dan membangun hubungan sosial yang harmonis di lingkungan dusun.
Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Sitirejo. Kepala Desa Sitirejo, Bapak Buwang Suharjah, turut hadir dan memberikan sambutan kepada masyarakat. Kehadiran kepala desa menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap inisiatif warga dalam menyelenggarakan kegiatan yang bersifat sosial, budaya, dan hiburan bagi masyarakat.
Dalam suasana tersebut, para tokoh yang hadir menjadi bagian dari momentum kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah desa. Pentas seni menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi sekaligus membangun rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.
Panitia juga turut menyediakan fasilitas photobooth bagi warga dan peserta yang ingin mengabadikan momen kebersamaan bersama saudara, teman, maupun keluarga. Kehadiran photobooth tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung untuk mengabadikan momen selama kegiatan berlangsung.
Pendanaan Berasal dari Iuran Warga dan Donatur
Dari sisi pendanaan, kegiatan pentas seni tersebut diselenggarakan dengan mengandalkan iuran warga dan dukungan para donatur. Pola pendanaan secara swadaya tersebut mencerminkan semangat masyarakat dalam mendukung kegiatan lingkungan.
Partisipasi warga melalui iuran menjadi salah satu sumber utama untuk memenuhi berbagai kebutuhan penyelenggaraan acara. Sementara itu, dukungan donatur juga memberikan kontribusi penting terhadap kelancaran kegiatan.
Dalam pengelolaan dukungan pendanaan dari donatur tersebut, sekitar 50 persen dari pendanaan ditangani oleh Bapak Suyitno. Dukungan dan keterlibatan berbagai pihak dalam pembiayaan kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan pentas seni merupakan hasil kolaborasi masyarakat, bukan hanya tanggung jawab panitia.
Semangat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan masyarakat dapat terlaksana ketika warga memiliki kepedulian dan kemauan untuk bekerja sama. Iuran warga dan bantuan donatur menjadi bentuk dukungan konkret terhadap kegiatan sosial dan budaya di lingkungan Dusun Reco.
Warga Antusias Menyaksikan Pertunjukan
Selain panitia dan peserta, masyarakat yang hadir juga menjadi bagian penting dalam kemeriahan acara. Salah satu warga yang menyaksikan kegiatan tersebut adalah Ibu Sri Joko warga RT 03. Kehadiran warga dari wilayah RT lain menunjukkan bahwa kegiatan pentas seni mampu menarik perhatian masyarakat di luar lingkungan RT penyelenggara.
Bagi warga yang hadir, kegiatan semacam ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan tetangga maupun masyarakat dari lingkungan sekitar. Dalam kehidupan bermasyarakat, kegiatan bersama seperti pentas seni memiliki peran penting dalam menjaga hubungan sosial dan menciptakan suasana guyub.
Antusiasme masyarakat juga menjadi dorongan bagi para peserta yang tampil. Bagi anak-anak seperti Wildan, kesempatan tampil di hadapan warga dapat menjadi pengalaman berharga untuk meningkatkan rasa percaya diri. Dukungan dari masyarakat diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam berkarya.
Menjaga Tradisi Gotong Royong di Tengah Masyarakat
Pentas seni di Dusun Reco RT 01 RW 02 tersebut pada akhirnya bukan sekadar kegiatan hiburan. Di balik panggung dan berbagai penampilan yang disuguhkan, terdapat semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat.
Keterlibatan ketua panitia, perangkat lingkungan, pemerintah desa, peserta, warga, hingga para donatur menunjukkan adanya kebersamaan dalam mewujudkan sebuah kegiatan masyarakat. Masing-masing pihak memiliki peran dalam menyukseskan acara sesuai dengan kapasitasnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa ruang berkumpul bagi masyarakat tetap memiliki nilai penting. Di tengah kesibukan sehari-hari, warga membutuhkan momentum untuk bertemu, berkomunikasi, dan menikmati hiburan bersama.
Dengan terselenggaranya pentas seni pada Sabtu, 5 September 2026, masyarakat Dusun Reco menunjukkan bahwa kreativitas dan kebersamaan dapat tumbuh dari lingkungan sendiri. Dukungan warga dan pemerintah desa menjadi modal penting agar kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada masa mendatang.
Pentas seni tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan dapat menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam merawat kebersamaan, menggali potensi seni generasi muda, serta mempertahankan budaya gotong royong di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Tags
sosial masyarakat