Kunjungan Bupati Malang ke SMPN 1 Wagir, Apresiasi Sekolah Berpredikat Adiwiyata Nasional


Sitirejo -Wagir, Februari 2026 – Bupati Malang melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 1 Wagir pada Februari 2026 dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan program Sekolah Adiwiyata Nasional. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya peduli dan berbudaya lingkungan di satuan pendidikan.

Kedatangan Bupati Malang bapak Sanusi disambut hangat oleh Camat Wagir, Bapak Juan Nico, Kepala Desa Sitirejo Bapak Buwang Suharjah, Kepala SMPN 1 Wagir Bapak Muriadi, para guru, serta seluruh siswa-siswi. Suasana penyambutan berlangsung meriah namun tetap tertib, diwarnai dengan penampilan tari tradisional dan yel-yel bertema lingkungan dari para siswa.

 Apresiasi atas Predikat Adiwiyata Nasional

Dalam sambutannya, Bupati Malang bapak Sanusi menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian SMPN 1 Wagir yang berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya simbol prestasi, melainkan wujud nyata dari komitmen seluruh warga sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Sekolah Adiwiyata bukan sekadar label, tetapi gerakan bersama untuk membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Saya bangga SMPN 1 Wagir mampu menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Malang,” ujar Bupati dalam pidatonya.

Baliau juga menegaskan bahwa pendidikan lingkungan hidup harus ditanamkan sejak dini, agar para siswa tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan alam. Program Adiwiyata dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Peran Aktif Seluruh Elemen

Camat Wagir, Bapak Juan Nico, dalam kesempatan yang sama menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program lingkungan yang telah dijalankan SMPN 1 Wagir. Ia menyebut keberhasilan sekolah tersebut tidak lepas dari sinergi antara pihak sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar.

“Kami di tingkat kecamatan sangat mendukung inovasi dan program lingkungan seperti pengelolaan sampah terpadu, penghijauan, serta edukasi cinta lingkungan yang dilakukan SMPN 1 Wagir. Ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain di wilayah Wagir,” ungkap beliau.

Sementara itu, Kepala Desa Sitirejo, Bapak Buwang Suharjah, turut menyampaikan rasa bangga atas kontribusi sekolah dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah desa dan sekolah dapat terus diperkuat, terutama dalam kegiatan penghijauan dan pengelolaan bank sampah.

Inovasi Lingkungan di SMPN 1 Wagir

Kepala SMPN 1 Wagir, Bapak Muriadi, menjelaskan bahwa berbagai program unggulan telah dijalankan untuk mendukung predikat Adiwiyata Nasional. Di antaranya adalah program pemilahan sampah organik dan anorganik, pembuatan kompos, pemanfaatan lahan sekolah untuk taman dan kebun edukasi, serta gerakan hemat energi dan air.

“Kami menanamkan kebiasaan baik kepada siswa, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga merawat tanaman di lingkungan sekolah. Semua ini dilakukan secara konsisten dan terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran,” jelas beliau nya.

Beliau menambahkan bahwa pendidikan lingkungan tidak hanya diajarkan secara teori di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik langsung. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga membiasakan diri menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 Suara Siswa: Bangga Menjadi Bagian Sekolah Adiwiyata

Salah satu siswa SMPN 1 Wagir, Chavia Azelli Widodo, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari sekolah Adiwiyata Nasional. Menurutnya, berbagai kegiatan lingkungan yang dilakukan di sekolah membuat dirinya lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

“Kami diajarkan untuk peduli lingkungan sejak masuk sekolah ini. Setiap kelas punya jadwal piket kebersihan, ada kegiatan menanam dan merawat tanaman, serta lomba kebersihan kelas. Saya jadi lebih disiplin dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Chavia dengan antusias.

Ia juga merasa termotivasi dengan kunjungan Bupati Malang, yang menurutnya menjadi bentuk perhatian dan dukungan pemerintah terhadap upaya siswa dalam menjaga lingkungan.

Harapan untuk Masa Depan

Kunjungan Bupati Malang diakhiri dengan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas pendukung program Adiwiyata, seperti taman sekolah, rumah kompos, serta area bank sampah. Bupati juga berkesempatan berdialog dengan siswa dan guru mengenai tantangan serta harapan ke depan.

Melalui kunjungan ini, diharapkan semangat menjaga lingkungan semakin tumbuh dan mengakar di kalangan pelajar. SMPN 1 Wagir diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya, serta menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam mengembangkan program berbasis lingkungan.

Keberhasilan SMPN 1 Wagir sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan positif. Dengan komitmen yang terus dijaga, generasi muda Kabupaten Malang diyakini akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan peduli terhadap kelestarian bumi.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال