Lingkungan Santa Cecilia Gelar Doa Rosario Bulan Mei di Taman Doa Santa Maria Medali Wasiat Kecamatan Sukun

Malang, 7 Mei 2026— Umat Katolik Lingkungan Santa Cecilia kembali menghidupkan tradisi devosi kepada Bunda Maria melalui kegiatan Doa Rosario bersama yang dilaksanakan pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Taman Doa Santa Maria Medali Wasiat yang berada di Jalan Pelabuhan Tanjung Emas, Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun.

Kegiatan doa bersama ini dihadiri umat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, kaum muda, hingga orang tua. Suasana malam yang tenang menambah kekhusyukan umat dalam mengikuti rangkaian doa Rosario yang menjadi tradisi Gereja Katolik selama bulan Mei, yang dikenal sebagai Bulan Maria.

Ketua Lingkungan Santa Cecilia, Ibu Sondang, menyampaikan bahwa kegiatan doa Rosario bersama merupakan bentuk penghormatan umat kepada Bunda Maria sekaligus sarana mempererat persaudaraan antarumat di lingkungan.

“Bulan Mei menjadi momen istimewa bagi umat Katolik untuk semakin dekat dengan Bunda Maria. Melalui doa Rosario ini, kami berharap umat semakin kuat dalam iman dan tetap mengandalkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 Mengangkat Tema Tuhan Gembala yang Baik

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Matheus dipercaya menjadi pemandu doa dan membawakan permenungan bertema “Tuhan Gembala yang Baik”. Tema ini mengajak umat untuk kembali menyadari kasih dan penyertaan Tuhan yang senantiasa membimbing umat-Nya dalam berbagai situasi kehidupan.

Dalam refleksinya, Bapak Matheus menekankan bahwa Yesus sebagai Gembala yang Baik selalu hadir menjaga, melindungi, dan menuntun umat menuju jalan keselamatan. Menurutnya, di tengah tantangan hidup yang semakin kompleks, umat perlu tetap mendengarkan suara Tuhan dan tidak menjauh dari kasih-Nya.

“Sebagai domba-domba Tuhan, kita diajak untuk tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Tuhan selalu hadir menjadi gembala yang baik bagi setiap keluarga dan setiap pribadi,” ungkapnya di hadapan umat yang hadir.

Renungan tersebut disambut penuh perhatian oleh umat. Beberapa peserta tampak mengikuti dengan penuh penghayatan sambil memegang Rosario dan lilin doa yang dinyalakan selama ibadat berlangsung.

Doa Rosario Dipimpin dengan Penuh Kekhusyukan

Rangkaian doa Rosario dipimpin oleh Ibu Dyah. Dengan suara yang tenang dan penuh penghayatan, setiap peristiwa Rosario didoakan secara bergantian bersama umat yang hadir. Umat tampak mengikuti doa demi doa dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Suasana taman doa yang dipenuhi cahaya lilin menciptakan nuansa damai dan menenangkan. Beberapa umat juga terlihat membawa intensi pribadi dan keluarga untuk didoakan bersama dalam kesempatan tersebut.

Menurut Ibu Dyah, doa Rosario memiliki kekuatan besar dalam kehidupan keluarga Katolik. Ia berharap kegiatan doa bersama seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin agar umat semakin bertumbuh dalam iman.

“Doa Rosario bukan hanya tradisi, tetapi juga menjadi kekuatan rohani bagi keluarga. Saat kita berdoa bersama, kita belajar menyerahkan hidup kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria,” tuturnya.

 Kebersamaan Menjadi Wujud Persaudaraan Umat

Selain sebagai kegiatan rohani, doa Rosario bersama juga menjadi ajang mempererat hubungan antarumat di Lingkungan Santa Cecilia. Kebersamaan terlihat sejak awal hingga akhir acara. Umat saling menyapa, membantu mempersiapkan tempat doa, serta mengikuti ibadat dengan penuh semangat.

Salah satu umat yang hadir, Bapak Turiman, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, doa Rosario bersama memberikan ketenangan batin sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di tengah lingkungan.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena membuat umat semakin akrab dan saling mendukung. Selain berdoa bersama, kita juga merasakan kebersamaan sebagai satu keluarga dalam Tuhan,” katanya.

Kehadiran umat dari berbagai usia menunjukkan bahwa semangat doa dan devosi kepada Bunda Maria masih terus hidup di tengah masyarakat. Anak-anak yang turut hadir juga tampak antusias mengikuti doa bersama didampingi orang tua mereka.

Menjaga Tradisi Iman di Bulan Maria

Bulan Mei dalam tradisi Gereja Katolik dikenal sebagai Bulan Maria, yakni waktu khusus untuk menghormati Bunda Maria melalui doa Rosario dan berbagai kegiatan rohani lainnya. Tradisi ini terus dijaga oleh umat Katolik, termasuk Lingkungan Santa Cecilia, sebagai bagian dari penghayatan iman sehari-hari.

Melalui kegiatan doa Rosario di Taman Doa Santa Maria Medali Wasiat, umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan meneladani ketaatan Bunda Maria. Semangat kebersamaan dan doa yang tercipta diharapkan mampu membawa kedamaian bagi setiap keluarga dan lingkungan sekitar.

Kegiatan ditutup dengan doa penutup serta ramah tamah sederhana antarumat. Meski berlangsung dengan sederhana, suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan terasa hingga akhir acara.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Lingkungan Santa Cecilia berharap tradisi doa Rosario di Bulan Maria dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bentuk iman yang hidup dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال