Malang — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pertanian terus dilakukan melalui berbagai pendekatan inovatif. Salah satunya melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Inovasi Pemasaran Digital sebagai Penggerak Ketahanan Pangan UMKM Agrosociopreneur” yang digelar di Pendopo Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas petani, serta pelaku UKM agro untuk membahas peluang pemanfaatan teknologi digital dalam memperluas pemasaran produk pertanian dan olahannya. FGD ini diselenggarakan oleh tim dari Universitas Merdeka Malang dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Nanis Hairunisya, M.M. selaku ketua tim, bersama anggota tim yang terdiri atas Dr. Isman, S.E., M.M.; Taufik Rahman, S.Kom., M.T.; dan Dr. Endang Dwi Ampera Wati, S.Pd., M.M. Selain itu, kegiatan juga melibatkan tim mahasiswa sebagai bagian dari proses pendampingan dan penguatan implementasi program di tengah masyarakat.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah Daerah
Kehadiran unsur pemerintah daerah menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan FGD. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, yang memberikan perhatian terhadap pentingnya penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat dan potensi ekonomi lokal.
Selain itu, turut hadir dosen pendamping lapangan Desa Sitirejo serta jajaran pemerintah Kecamatan Wagir. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor agro yang tidak hanya produktif, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan sosial.
Dalam sambutannya, Camat Wagir, Bapak Juanico, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan yang mempertemukan akademisi dengan masyarakat, khususnya komunitas petani dan pelaku UKM agro. Menurutnya, pengembangan potensi pertanian di wilayah Wagir perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan perkembangan teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal. Produk pertanian yang selama ini dipasarkan secara konvensional memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di luar wilayah Wagir apabila dikemas dengan strategi pemasaran yang tepat dan didukung penggunaan media digital.
Kepala Desa Sitirejo Paparkan Potensi dan Tantangan di Lapangan
Salah satu narasumber utama dalam FGD adalah Bapak Buwang Suharjah, Kepala Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir. Dalam forum tersebut, pengalaman dan kondisi masyarakat desa menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai pengembangan usaha berbasis pertanian.
Desa Sitirejo memiliki komunitas masyarakat yang bergerak dalam sektor pertanian dan usaha berbasis agro. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan konsep agrosociopreneur, yaitu pendekatan kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan, dan ketahanan pangan.
Diskusi menyoroti bahwa tantangan pelaku usaha agro tidak berhenti pada proses produksi. Setelah menghasilkan produk, petani dan pelaku UMKM juga menghadapi persoalan bagaimana menjual produk dengan harga yang kompetitif, membangun merek, memperkenalkan produk kepada konsumen, serta mempertahankan pelanggan.
Dalam konteks tersebut, pemasaran digital menjadi salah satu alternatif strategis. Media sosial, marketplace, aplikasi komunikasi, serta berbagai platform digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan konsumen, hingga memperluas jaringan pemasaran.
Petani dan UKM Agro Jadi Bagian Penting
Peserta FGD berasal dari komunitas petani dan UKM agro Kecamatan Wagir. Keterlibatan mereka menjadi penting karena berbagai strategi pemasaran digital pada akhirnya harus dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat yang menjalankan aktivitas produksi dan usaha sehari-hari.
Forum berlangsung dengan pendekatan diskusi, sehingga peserta dapat menyampaikan pengalaman, persoalan, serta kebutuhan mereka dalam mengembangkan usaha. Pembahasan tidak hanya diarahkan pada penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik produk dan kemampuan pelaku usaha.
Bagi pelaku UMKM agro, pemasaran digital dapat menjadi sarana untuk meningkatkan nilai tambah produk. Produk pertanian yang sebelumnya hanya dijual sebagai bahan mentah dapat dikembangkan menjadi produk olahan, dikemas secara menarik, kemudian dipasarkan dengan identitas atau merek lokal yang lebih kuat.
Strategi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang mendukung keberlanjutan produksi pangan di tingkat masyarakat.
Dari Produksi Pangan Menuju Ekosistem Usaha Berkelanjutan
Tema FGD menempatkan ketahanan pangan dan pemasaran digital dalam satu kesatuan. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat dalam mempertahankan aktivitas produksi dan memperoleh manfaat ekonomi dari sektor tersebut.
Melalui konsep agrosociopreneur, petani dan pelaku UMKM didorong untuk melihat pertanian sebagai bagian dari ekosistem usaha yang memiliki peluang pengembangan lebih luas. Produk lokal dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi ketika didukung inovasi pengolahan, pengemasan, branding, dan pemasaran.
Tim Universitas Merdeka Malang juga menempatkan proses pendampingan sebagai bagian penting dari kegiatan. Kehadiran tim mahasiswa diharapkan dapat membantu membangun interaksi langsung dengan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran lapangan mengenai persoalan ekonomi, pertanian, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Membangun Kemandirian Ekonomi Masyarakat Wagir
FGD di Pendopo Kecamatan Wagir tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas petani, dan pelaku UKM menjadi fondasi penting untuk menciptakan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Inovasi pemasaran digital diharapkan mampu menjadi penggerak baru bagi produk-produk agro Wagir agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. Dengan dukungan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, inovasi produk, serta pemanfaatan teknologi, potensi pertanian lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan FGD ini sekaligus memperlihatkan bahwa ketahanan pangan dan pengembangan UMKM dapat berjalan beriringan. Ketika petani dan pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang berkualitas sekaligus memasarkannya secara efektif, maka nilai ekonomi dari sektor pangan dapat meningkat.
Ke depan, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat melalui pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, inovasi pemasaran digital tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat diterapkan sebagai strategi nyata untuk memperkuat UMKM agrosociopreneur, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung ketahanan pangan di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Tags
sosial masyarakat