Dalisodo, 24 Agustus 2026 — Kelompok 73 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammadiyah Aisyiyah (MAs) Desa Dalisodo melaksanakan salah satu program kerja di bidang keagamaan berupa aksi wakaf mushaf Iqra dan Al-Qur’an. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung aktivitas keagamaan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sarana ibadah masyarakat di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir.
Program wakaf ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Kelompok 73 selama menjalankan KKN. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berupaya menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan keagamaan yang menjadi bagian penting dalam pengabdian mahasiswa Muhammadiyah Aisyiyah.
Menghimpun Wakaf dari Para Hamba Allah
Ketua Kelompok 73 KKN Muhammadiyah Aisyiyah, Safira Salma, bersama anggota kelompok menginisiasi pengumpulan mushaf Al-Qur’an dan Iqra untuk kemudian disalurkan kepada tempat ibadah yang membutuhkan. Dari gerakan tersebut, terkumpul kurang lebih 50 mushaf Al-Qur’an yang berasal dari para hamba Allah yang turut berpartisipasi dalam gerakan wakaf.
Pengumpulan mushaf tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam menyediakan fasilitas yang dapat menunjang kegiatan membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Partisipasi para donatur menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian mahasiswa dapat menjadi ruang untuk mempertemukan semangat mahasiswa dengan kepedulian masyarakat secara lebih luas.
Mushaf yang terkumpul tidak hanya dipandang sebagai bantuan berupa barang, tetapi juga memiliki nilai kebermanfaatan yang diharapkan dapat berlangsung dalam jangka panjang. Setiap mushaf yang digunakan untuk membaca, menghafal, belajar, maupun mengajarkan Al-Qur’an diharapkan memberikan manfaat bagi penerima sekaligus menjadi amal jariyah bagi para pihak yang telah mewakafkannya.
Disalurkan ke Dua Mushola di Dusun Bedali
Setelah seluruh proses pengumpulan selesai, mushaf-mushaf tersebut kemudian disalurkan kepada dua mushola yang berada di Dusun Bedali, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir. Penyaluran dilakukan dengan harapan mushaf yang telah diwakafkan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Kehadiran mushaf baru di dua mushola tersebut diharapkan dapat membantu menunjang kegiatan ibadah sehari-hari, pengajian, serta pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak. Terlebih, mushola tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat untuk melaksanakan kegiatan pendidikan keagamaan dan membangun kebersamaan.
Bagi anak-anak di Dusun Bedali, ketersediaan buku Iqra dan Al-Qur’an menjadi salah satu sarana pendukung dalam proses belajar mengaji. Dengan adanya tambahan mushaf, kegiatan pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih optimal dan memberikan kemudahan bagi anak-anak maupun masyarakat yang ingin membaca Al-Qur’an.
Mendapat Apresiasi dari Masyarakat
Program wakaf yang dilaksanakan Kelompok 73 mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Ketua RW setempat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKN serta para pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman KKN yang telah memberikan Iqra dan Al-Qur’an. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan mengaji anak-anak di dusun kami. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi para pemberinya,” ujar Ketua RW setempat.
Apresiasi tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan sederhana yang dilakukan mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Wakaf mushaf juga menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan kegiatan keagamaan di lingkungan desa.
Bagi Kelompok 73, keterlibatan masyarakat dalam menerima dan memanfaatkan bantuan tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan program kerja. Mahasiswa berharap mushaf yang disalurkan tidak hanya tersimpan di mushola, tetapi benar-benar digunakan dan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Implementasi Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan
Pelaksanaan program wakaf mushaf menjadi salah satu cara Kelompok 73 mengimplementasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Nilai kepedulian, berbagi, dan memberikan kebermanfaatan menjadi landasan dalam pelaksanaan program tersebut.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program kerja, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat. Mahasiswa berusaha memahami kebutuhan yang ada di lingkungan tempat mereka mengabdi dan kemudian menghadirkan program yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
Wakaf Al-Qur’an memiliki potensi manfaat yang berkelanjutan karena satu mushaf dapat digunakan oleh banyak orang dalam waktu yang panjang. Ketika mushaf tersebut terus dibaca dan dipelajari, manfaatnya diharapkan terus mengalir kepada para pemberi wakaf. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Kelompok 73 memilih program wakaf mushaf sebagai bagian dari kegiatan keagamaan mereka.
Diharapkan Menjadi Amal Jariyah Berkelanjutan
Kelompok 73 KKN Muhammadiyah Aisyiyah berharap program wakaf mushaf ini dapat menjadi salah satu bentuk kebermanfaatan yang terus dirasakan masyarakat meskipun masa pengabdian mahasiswa di Desa Dalisodo telah berakhir. Mushaf yang telah disalurkan diharapkan dapat terus digunakan untuk kegiatan mengaji, pengajian, pembelajaran Al-Qur’an, serta aktivitas keagamaan lainnya.
Lebih dari sekadar penyerahan bantuan, program tersebut menjadi simbol kepedulian dan kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, serta para hamba Allah yang ikut berwakaf. Semangat berbagi yang muncul melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus tumbuh dan menginspirasi berbagai pihak untuk ikut berkontribusi dalam mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Melalui program wakaf mushaf Iqra dan Al-Qur’an ini, Kelompok 73 berupaya meninggalkan jejak pengabdian yang memiliki manfaat jangka panjang. Setiap mushaf yang dibaca dan dipelajari oleh masyarakat diharapkan menjadi bagian dari amal jariyah bagi para pemberinya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan. Kelompok 73 berharap semangat kebermanfaatan tersebut dapat terus hidup di Desa Dalisodo dan menjadi inspirasi untuk menghadirkan berbagai kegiatan positif lainnya bagi masyarakat.