MALANG, 28 Agustus 2026 — Rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya di Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, resmi berakhir. Kegiatan penutupan dilaksanakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di Bale Desa Sitirejo dan dihadiri oleh jajaran pemerintah desa, dosen pembimbing, serta mahasiswa peserta KKN.
Penutupan tersebut menjadi momentum penting setelah para mahasiswa menjalani rangkaian kegiatan pengabdian di tengah masyarakat Desa Sitirejo. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan program yang telah disusun, tetapi juga berkesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat serta memahami berbagai kondisi sosial dan potensi yang terdapat di lingkungan desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sitirejo, Bapak Buwang Suharjah, serta Dosen Pembimbing KKN,Dan Salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKN tersebut, bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya telah melaksanakan berbagai kegiatan selama berada di Desa Sitirejo.
Kepala Desa Buwang Suharjah Berikan Apresiasi
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sitirejo ,Bapak Buwang Suharjah menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Sitirejo.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari proses kerja sama antara dunia pendidikan dan masyarakat. Interaksi yang berlangsung selama kegiatan KKN diharapkan dapat memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat desa.
Bapak Buwang Suharjah juga menekankan pentingnya pengalaman yang telah diperoleh mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Menurutnya, kehidupan di desa memberikan pembelajaran tersendiri karena mahasiswa dapat melihat secara langsung berbagai kondisi masyarakat, membangun komunikasi dengan warga, serta belajar bekerja sama dalam lingkungan sosial yang beragam.
Beliau berharap pengalaman selama menjalankan KKN dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan maupun menghadapi kehidupan di dunia kerja dan masyarakat. Selain itu, hubungan baik yang telah terjalin antara mahasiswa dengan Pemerintah Desa Sitirejo diharapkan tetap terjaga meskipun program KKN telah berakhir.
Dosen Pembimbing Dampingi Mahasiswa Selama Kegiatan
Pelaksanaan KKN di Desa Sitirejo juga mendapatkan pendampingan dari Dosen Pembimbing. Peran dosen pembimbing menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa dapat menjalankan kegiatan pengabdian secara terarah dan mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat.
Kehadiran dosen pembimbing tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga memberikan arahan kepada mahasiswa dalam menghadapi berbagai dinamika yang muncul selama pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta penyelesaian masalah. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak selalu diperoleh mahasiswa melalui proses perkuliahan di dalam kelas.
Mahasiswa KKN Tinggalkan Pengalaman Berharga
Salah satu mahasiswa peserta KKN, menjadi bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya di Desa Sitirejo. Bersama mahasiswa lainnya, Aditya mengikuti berbagai proses kegiatan yang mempertemukan dunia akademik dengan kehidupan masyarakat secara langsung.
Bagi mahasiswa, KKN menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi. Namun, di sisi lain, mahasiswa juga mendapatkan pelajaran baru dari masyarakat, terutama mengenai pentingnya kebersamaan, gotong royong, komunikasi, dan kepedulian sosial.
Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat selama KKN diharapkan dapat memberikan kesan dan pembelajaran yang positif. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta program akademik, tetapi juga menjadi bagian dari lingkungan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Penutupan Bukan Akhir dari Pengabdian
Kegiatan penutupan KKN di Bale Desa Sitirejo menjadi tanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa secara formal. Namun, berbagai pengalaman yang diperoleh selama berada di desa diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus.
KKN pada dasarnya menjadi salah satu bentuk pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat secara lebih nyata. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar bagaimana menerapkan pengetahuan, membangun hubungan sosial, sekaligus memahami bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda.
Bagi Desa Sitirejo, kegiatan KKN juga menjadi bagian dari hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, mahasiswa, dan dosen pembimbing diharapkan dapat terus berkembang pada kesempatan berikutnya.
Menjadi Bekal bagi Mahasiswa
Berakhirnya KKN Universitas PGRI Adi Buana Surabaya di Desa Sitirejo menjadi babak baru bagi mahasiswa untuk kembali menjalani aktivitas akademik. Berbagai pengalaman selama berada di tengah masyarakat akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan yang mereka tempuh.
Dengan dukungan Pemerintah Desa Sitirejo dan pendampingan Dosen Pembimbing dan mahasiswa telah menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat.
Penutupan yang berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan Pemerintah Desa Sitirejo. Harapannya, semangat pengabdian dan pengalaman yang telah diperoleh selama KKN dapat terus dibawa mahasiswa dalam perjalanan mereka setelah kembali dari Desa Sitirejo.
Dengan demikian, kegiatan KKN bukan sekadar program yang berakhir setelah masa penugasan selesai, melainkan sebuah proses pembelajaran yang meninggalkan pengalaman, relasi, serta nilai-nilai pengabdian yang dapat menjadi bekal mahasiswa untuk berkontribusi lebih luas kepada masyarakat di masa mendatang.
Tags
KKN