Dusun Ngemplak — Suasana penuh khidmat dan kekeluargaan menyelimuti Pendopo Kembang Kopi pada Minggu malam, 17 Mei 2026. Umat Lingkungan Santa Cecilia berkumpul dalam kegiatan doa Rosario yang diselenggarakan di kediaman Bapak Pietra dan Ibu Ruth. Kegiatan rohani tersebut menjadi momentum penting bagi umat untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperdalam iman kepada Tuhan Yesus yang penuh kasih.
Acara doa Rosario yang berlangsung di Pendopo Kembang Kopi, Dusun Ngemplak, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir itu dihadiri oleh sejumlah umat dari lingkungan sekitar. Sejak sore hari, para umat mulai berdatangan dengan penuh antusias. Mereka hadir membawa semangat doa dan harapan agar kehidupan keluarga maupun lingkungan senantiasa diberkati Tuhan.
Kegiatan dimulai dengan sapaan hangat dari tuan rumah, Bapak Pietra dan Ibu Ruth, yang menyampaikan rasa syukur atas kesempatan menjadi tempat berlangsungnya doa Rosario bersama. Dalam sambutannya, mereka berharap kegiatan doa bersama semacam ini dapat terus mempererat hubungan antarumat serta menumbuhkan semangat pelayanan dan kasih di tengah kehidupan bermasyarakat.
Mengangkat Tema “Tuhan Yesus Penuh Kasih”
Dalam pelaksanaan doa Rosario kali ini, umat mengangkat tema “Tuhan Yesus Penuh Kasih”. Tema tersebut dipilih sebagai pengingat bagi seluruh umat bahwa kasih Tuhan selalu hadir dalam setiap perjalanan hidup manusia. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, umat diajak untuk tetap percaya dan bersandar kepada kasih Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
Pemandu doa, Bapak Bayon, memimpin jalannya ibadat dengan penuh penghayatan. Suasana hening dan tenang terasa sejak doa pembukaan dimulai. Umat yang hadir mengikuti setiap rangkaian doa dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Lantunan doa dan pujian menggema di pendopo sederhana itu, menghadirkan nuansa damai yang menyentuh hati.
Dalam renungannya, Bapak Bayon mengajak umat untuk meneladani kasih Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kasih tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata seperti saling membantu, mengampuni, dan peduli terhadap sesama.
“Melalui doa Rosario ini, kita diajak semakin dekat dengan Tuhan dan belajar menjadi pribadi yang membawa kasih bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” ungkapnya di hadapan umat yang hadir.
Doa Rosario Dipimpin Sodari Rani
Rangkaian doa Rosario dipimpin oleh Sodari Rani yang dengan tenang dan penuh penghayatan membacakan setiap peristiwa Rosario. Umat mengikuti doa secara bergantian dengan suasana yang sangat khidmat. Cahaya lampu di sekitar pendopo yang sederhana semakin menambah suasana damai dan hangat selama doa berlangsung.
Bapak Bayon juga mengajak seluruh umat untuk mendoakan keluarga-keluarga di Lingkungan Santa Cecilia agar senantiasa diberikan kesehatan, kerukunan, serta perlindungan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, doa turut dipanjatkan bagi masyarakat sekitar agar selalu hidup dalam kedamaian dan semangat persaudaraan.
Kegiatan doa Rosario tidak hanya menjadi sarana memperkuat iman pribadi, tetapi juga menjadi wadah membangun kebersamaan antarumat. Dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut, tampak umat saling menyapa dan berbincang hangat sebelum maupun sesudah acara berlangsung.
Kehadiran Umat Menambah Semangat Kebersamaan
Salah satu umat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Bapak Prasetyo. Kehadirannya bersama umat lainnya menambah semangat kebersamaan dalam doa lingkungan malam itu. Menurut beberapa umat, kegiatan doa bersama seperti ini sangat penting untuk menjaga kekompakan dan mempererat hubungan persaudaraan di tengah kesibukan masing-masing.
Doa Rosario lingkungan memang telah menjadi tradisi rohani yang rutin dilakukan umat Katolik, khususnya pada bulan Maria. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi umat untuk berkumpul dan saling menguatkan dalam iman.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh sukacita hingga akhir acara. Setelah doa penutup, umat melanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang telah disiapkan oleh tuan rumah. Momen tersebut dimanfaatkan umat untuk saling berbagi cerita dan mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota lingkungan.
Menjadi Sumber Kekuatan Iman di Tengah Kehidupan
Melalui kegiatan doa Rosario ini, umat Lingkungan Santa Cecilia menunjukkan semangat kebersamaan dan keteguhan iman yang terus hidup di tengah masyarakat. Kesederhanaan tempat tidak mengurangi makna mendalam dari doa bersama yang dipanjatkan dengan tulus dan penuh pengharapan.
Kegiatan rohani seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana memperkuat kehidupan iman umat sekaligus mempererat persaudaraan dalam lingkungan gereja. Semangat kasih yang menjadi tema dalam doa Rosario malam itu menjadi pesan penting agar setiap umat mampu menjadi pembawa damai dan kasih Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.
Dengan penuh syukur, seluruh rangkaian kegiatan doa Rosario Lingkungan Santa Cecilia di rumah Bapak Pietra dan Ibu Ruth pun berakhir dalam suasana damai, hangat, dan penuh sukacita. Umat pulang dengan hati yang diteguhkan serta semangat baru untuk terus hidup dalam kasih Tuhan Yesus.
Tags
Keagamaan